Misi Artemis I Buktikan Efektivitas Rompi Pelindung Radiasi Saat Badai Matahari

3 weeks ago 25
Misi Artemis I Buktikan Efektivitas Rompi Pelindung Radiasi Saat Badai Matahari Renderan 3D dari Eksperimen Radiasi Matroshka AstroRad (MARE) selama misi Artemis I NASA, menunjukkan dua phantom dosimetri radiasi, Helga dan Zohar, dengan Zohar mengenakan rompi AstroRad, di dalam pesawat ruang angkasa Orion. Penampang melintang melalui(NASA / Lockheed Martin / DLR / StemRad)

KEBERHASILAN penerbangan tanpa awak misi Artemis I milik NASA tidak hanya mencatatkan sejarah perjalanan menuju Bulan, tetapi juga memberikan data krusial bagi keselamatan astronot di masa depan. Hasil pengamatan eksperimen menunjukkan rompi pelindung radiasi yang diuji coba selama penerbangan terbukti efektif menekan risiko paparan radiasi berbahaya bagi tubuh manusia.

Dalam misi yang mengitari Bulan tersebut, NASA menempatkan dua manekin berteknologi tinggi bernama Helga dan Zohar di dalam pesawat antariksa Orion. Kedua manekin ini dirancang khusus untuk meniru struktur organ dan jaringan tubuh wanita dewasa, yang secara biologis lebih sensitif terhadap ancaman paparan radiasi antariksa.

Sebagai bagian dari pengujian, manekin Zohar dipasangi rompi pelindung radiasi bernama AstrORAD yang dikembangkan oleh perusahaan StemRad, sementara Helga terbang tanpa mengenakan pelindung sebagai kelompok pembanding (control group).

Menghadapi Ancaman Badai Radiasi Matahari

Di luar angkasa, astronot dihadapkan pada dua jenis radiasi berbahaya, Radiasi Kosmik Galaksi (Galactic Cosmic Rays) dan Peristiwa Partikel Matahari (Solar Particle Events) yang terpicu saat terjadi badai radiasi matahari. Radiasi jenis ini dapat menembus dinding pesawat antariksa dan memicu kerusakan seluler serta meningkatkan risiko kanker jangka panjang.

Selama misi Artemis I berlangsung, para peneliti memanfaatkan sensor dosis radiasi yang ditanamkan di puluhan titik organ dalam kedua manekin, seperti paru-paru, lambung, tulang, dan jaringan reproduksi.

Data pencatatan mengonfirmasi rompi AstrORAD berhasil memblokir dan mengurangi penetrasi dosis radiasi secara signifikan pada organ-organ vital Zohar dibandingkan dengan Helga yang tidak terlindungi. Keunggulan rompi ini terletak pada desain material pelindung selektif yang berfokus memberikan kerapatan ekstra pada area organ dalam paling rentan tanpa memberatkan pergerakan astronot secara keseluruhan.

Langkah Penting Menuju Pendaratan Manusia di Bulan

Hasil uji coba ini menjadi pijakan vital bagi NASA dan mitra internasional dalam mempersiapkan penerbangan berawak Artemis II dan pendaratan manusia di Bulan pada misi Artemis III.

Para ilmuwan menegaskan tanpa perlindungan fisik yang memadai, badai radiasi matahari yang kuat dapat menimbulkan efek paparan akut bagi astronot, mulai dari sindrom radiasi hingga kegagalan organ fatal di tengah ruang angkasa.

Penggunaan rompi pelindung seperti AstrORAD memungkinkan para astronot untuk tetap beraktivitas di dalam kapsul Orion bahkan saat terjadi fenomena cuaca antariksa yang ekstrem. Sistem ini melengkapi perisai radiasi bawaan pesawat tanpa perlu menambah bobot berlebih pada struktur wahana penerbangan.

Dengan terverifikasinya keandalan teknologi rompi pelindung ini melalui data riil penerbangan Artemis I, NASA semakin optimistis dalam menjamin keselamatan para astronot yang akan dikirim kembali untuk menjelajahi permukaan Bulan serta mempersiapkan perjalanan jangka panjang menuju Mars di masa mendatang. (Earth/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |