Miris, Harimau Sumatra Masuk Perangkap Dekat Sekolah di Palupuh Agam

4 hours ago 1
Miris, Harimau Sumatra Masuk Perangkap Dekat Sekolah di Palupuh Agam Harimau Sumatra.(Dok. Balai KSDA Sumbar)

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat bergerak cepat setelah konflik antara manusia dan harimau Sumatra kembali terjadi di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Seekor harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) akhirnya berhasil dievakuasi setelah masuk ke dalam perangkap yang dipasang tim BKSDA tidak jauh dari kawasan permukiman dan sekolah.

Kejadian bermula dari laporan masyarakat yang diterima Balai KSDA Sumbar pada Senin (10/8) sekitar pukul 16.30 WIB. Warga melaporkan dua ekor kambing menjadi korban terkaman harimau Sumatra.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Sumbar langsung melakukan verifikasi ke lokasi. Hasil pemeriksaan menemukan seekor kambing mati di dalam kandang dengan luka gigitan pada bagian leher. Sementara seekor kambing lainnya diduga dibawa harimau ke kawasan semak-semak. Di lokasi hanya ditemukan dua kaki bagian depan.

Yang membuat situasi semakin mengkhawatirkan, lokasi kejadian berada sangat dekat dengan fasilitas umum. Titik kejadian berjarak sekitar 50 meter dari belakang SDN 10 Palimbatan, sekitar 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh, dan sekitar 150 meter dari Masjid Syukra.

Interaksi negatif antara harimau dan masyarakat di kawasan tersebut juga bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa tercatat pada 31 Juli 2026 dengan korban berupa anjing dan kambing milik warga.

Melihat kejadian yang berulang serta keberadaan harimau yang masih berada di sekitar permukiman dan fasilitas pendidikan, BKSDA Sumbar mengambil langkah penanganan dengan memasang perangkap jebak atau box trap pada Selasa (11/8) sekitar pukul 18.00 WIB.

Langkah tersebut membuahkan hasil kurang dari dua jam kemudian. Sekitar pukul 19.45 WIB, tim yang masih berada di sekitar lokasi mendapat laporan dari penjaga SDN 10 Palimbatan bahwa harimau Sumatra telah masuk ke dalam perangkap.

Tim BKSDA Sumbar kemudian melakukan evakuasi dengan berkoordinasi bersama Polsek Palupuh. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa dilindungi tersebut.

Kepala Balai KSDA Sumatra Barat Hartono mengatakan langkah evakuasi dilakukan karena keberadaan harimau sudah berada sangat dekat dengan permukiman dan fasilitas pendidikan, sementara interaksi negatif dengan masyarakat terus berulang. “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, namun penanganan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesejahteraan satwa,” ujar Hartono.

Menurutnya, setelah berhasil dievakuasi, harimau Sumatra tersebut dititipkan di lembaga konservasi untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh tim medis serta dokter hewan. “Harimau akan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sebelum ditentukan langkah penanganan selanjutnya,” katanya.

BKSDA Sumbar mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari ketika satwa liar berpotensi melintas di sekitar permukiman.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas seorang diri di lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan harimau. “Apabila kembali melihat harimau, masyarakat jangan mendekati, mengejar, apalagi mencoba menangkap atau mengusirnya sendiri. Segera laporkan kepada Balai KSDA atau aparat setempat agar dapat ditangani secara tepat,” ujar Hartono.

BKSDA Sumbar mengingatkan bahwa harimau Sumatra merupakan satwa dilindungi. Karena itu, penanganan konflik harus dilakukan dengan prosedur yang tepat agar keselamatan manusia dan keberlangsungan hidup satwa sama-sama dapat dijaga.

Keberhasilan evakuasi harimau tersebut menjadi langkah penting untuk meredakan konflik di Palupuh, sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan lanjutan terhadap satwa tersebut. (YH/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |