MENTERI Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.(Dok. Antara)
MENTERI Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa sebanyak 173 orang dalam insiden kebakaran kapal KMP Putri Yasmin di Selat Lombok telah terdata untuk sementara. Hingga saat ini, proses pendataan dan pencarian korban masih terus berlangsung secara intensif.
"Sejauh ini kan ada 173 yang terdata. Nanti mungkin ada kapal yang datang angkut korban, itu nanti akan kita data lagi jadi data tambahan," ujar Dudy saat meninjau situasi di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu (12/8).
KMP Putri Yasmin dilaporkan mengalami kebakaran saat sedang berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, pada Rabu dini hari. Insiden ini memicu respons cepat dari otoritas terkait untuk mengevakuasi seluruh penumpang dan kru kapal.
Pusat Layanan Pengaduan Dibuka
Guna memastikan akurasi data manifest dan keberadaan penumpang, Menhub menyatakan bahwa pemerintah akan segera membuka pusat layanan pengaduan (call center) bagi masyarakat. Layanan ini ditujukan bagi keluarga yang menduga anggota keluarganya berada dalam pelayaran tersebut namun belum terdata secara resmi.
"Bagi masyarakat yang merasa ada keluarganya yang ikut di dalam pelayaran ini, kita akan buka call center atau layanan aduan," tegasnya.
Dudy menambahkan bahwa laporan dari pihak keluarga sangat krusial untuk membantu tim SAR gabungan dalam memastikan jumlah pasti orang yang berada di atas kapal saat kejadian. Data tersebut akan menjadi acuan utama dalam memetakan fokus pencarian.
Operasi SAR selama Tujuh Hari
Terkait prosedur penyelamatan, Menhub menjelaskan bahwa Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akan memimpin operasi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Operasi pencarian dan pertolongan ini dijadwalkan berlangsung selama satu pekan ke depan.
"Sesuai aturannya, Basarnas memiliki waktu tujuh hari untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan," jelas Dudy.
Operasi ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur terkait di bidang kelautan. Menhub juga meminta dukungan penuh dari masyarakat dan keluarga korban agar proses pendataan dapat diselesaikan dengan cepat dan akurat, sehingga simpang siur mengenai jumlah penumpang di KMP Putri Yasmin dapat segera teratasi. (Ant/H-3)


















































