Outbound SMA Sukma Bangsa Pidie: Bentuk Karakter dan Kebersamaan Siswa Baru

4 hours ago 3
 Bentuk Karakter dan Kebersamaan Siswa Baru Outbound SMA Sukma Pidie, dengan simulasi berbagai permainan digelar pada Sabtu (8/8) di kawasan pesisir Pantai Penyu, Desa Deah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

GUNA mengedukasi kerja sama, kepemimpinan, dan mental, ratusan siswa baru (kelas 1 SMA) Sukma Bangsa Pidie, Aceh, mengikuti simulasi berbagai permainan edukatif. Kegiatan ini digelar pada Sabtu (8/8) di kawasan pesisir Pantai Penyu, Desa Deah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

"Kegiatan ini menjadi rangkaian pembentukan karakter dan penguatan kebersamaan bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027," kata Muchlisan Putra, guru Bahasa Indonesia SMA Sukma Bangsa Pidie, kepada Media Indonesia, Selasa (11/8).

Muchlisan Putra, yang akrab disapa Pak Ukis, menjelaskan bahwa kegiatan semiolahraga tersebut didampingi oleh 20 guru sebagai fasilitator. Acara diawali dengan senam bersama untuk membangun semangat dan kebugaran peserta sebelum memasuki sesi inti.

Kepala SMA Sukma Bangsa Pidie, Sugeng Handayani, dalam arahannya menekankan pentingnya membangun relasi yang sehat, semangat kolaborasi, dan kesiapan belajar selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar prestasi akademik, melainkan juga kemampuan untuk tumbuh bersama orang lain.

"Sekolah adalah tempat belajar menjadi manusia seutuhnya. Di sini tidak hanya belajar mata pelajaran, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, saling mendukung, dan menyelesaikan tantangan bersama. Melalui outbound ini, diharapkan terbangun rasa percaya diri dan persahabatan yang menjadi bekal ke depan," tutur Sugeng.

Dalam pelaksanaannya, 120 peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai pos permainan edukatif, seperti tapak naga, mengurai tali, hingga estafet sarung. Setiap pos dirancang khusus untuk melatih komunikasi, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta kekompakan tim dalam menyelesaikan misi.

Suasana berlangsung meriah dengan gelak tawa dan diskusi antarpeserta. Para guru fasilitator tidak hanya mengarahkan permainan, tetapi juga membantu siswa merefleksikan nilai-nilai yang diperoleh dari setiap tantangan yang dihadapi.

Salah satu peserta, Assyifa Zahirah, mengaku senang karena kegiatan ini memberinya kesempatan mengenal teman baru dari berbagai latar belakang. "Kami belajar saling mendengarkan dan percaya untuk menyelesaikan tantangan," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Khairul Umuri dan Aqilah Amira. Khairul merasa kegiatan ini sangat efektif membangun kebersamaan kelompok, sementara Aqilah merasa lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan teman-teman baru di kelas 10.

Melalui edukasi berbasis permainan ini, SMA Sukma Bangsa Pidie berharap siswa dapat membangun fondasi hubungan positif sejak awal. Kebersamaan ini diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta mendukung perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.

"Sebagai sekolah yang menempatkan karakter dan kepemimpinan sebagai fondasi pendidikan, kami terus menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Kami ingin menumbuhkan generasi yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga mampu berkolaborasi dan memberi manfaat bagi lingkungan," pungkas Muchlisan Putra. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |