Mirip TB Paru, Kenali Ciri Kanker Paru Stadium Awal Menurut Ahli

3 weeks ago 21
Mirip TB Paru, Kenali Ciri Kanker Paru Stadium Awal Menurut Ahli Ciri stadium awal kanker paru.(Dok. Magnific)

KANKER paru pada stadium awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas, sehingga banyak pasien tidak menyadari keberadaan penyakit tersebut hingga mencapai stadium lanjut. Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Paru sekaligus Subspesialis Onkologi Toraks MRCCC Siloam Semanggi, Linda Masniari,

Dilansir dari Antara, Linda, pada stadium 1 dan 2, kanker paru umumnya belum menunjukkan tanda-tanda yang mencolok. Kondisi tanpa rasa sakit ini sering membuat pasien merasa sehat, padahal sel kanker sudah mulai berkembang di dalam tubuh.

“Kalau misalnya pasien tidak merasa sakit, biasanya itu karena pasien masih stadium awal. Untuk kanker paru, gejalanya itu hampir sama dengan penyakit paru lainnya,” ujar Linda.

Ia menjelaskan bahwa ketika gejala akhirnya muncul, keluhan yang dirasakan biasanya berupa batuk, sesak napas, batuk darah, hingga nyeri dada. Namun, gejala-gejala ini sering kali tumpang tindih dengan penyakit pernapasan lain, terutama Tuberkulosis (TB) paru yang prevalensinya tinggi di Indonesia.

“Di Indonesia, gejalanya sering kali mirip dengan penyakit TB paru. Jadi kadang suka ‘saru’, apakah ini TB atau kanker?” tambahnya. Kemiripan ini sering kali menyebabkan keterlambatan diagnosis jika tidak dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Selain memperhatikan gejala fisik, Linda menekankan pentingnya melihat faktor risiko. Beberapa faktor utama yang perlu dipertimbangkan meliputi usia, riwayat merokok, serta riwayat kanker dalam keluarga. Berdasarkan pedoman nasional skrining kanker paru, kelompok sasaran utama berada pada rentang usia 45 hingga 71 tahun dengan faktor risiko tertentu.

Dalam beberapa kasus, kanker paru stadium awal justru ditemukan secara tidak sengaja saat pasien menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up) untuk keperluan lain. Misalnya, melalui CT scan bagian tubuh lain yang kemudian memperlihatkan adanya nodul atau benjolan kecil pada paru-paru.

Sebagai penutup, Linda mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor risiko dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Deteksi dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan kanker paru sebelum penyakit berkembang ke stadium yang lebih berat. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |