Peserta mengikuti Merdeka Run 2026.(BPMI Setpres)
Pengamat politik Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, memberikan sorotan positif terhadap kesuksesan penyelenggaraan ajang Merdeka Run 2026. Ia menilai kehadiran lebih dari 12.000 peserta yang memadati acara tersebut merupakan indikator keberhasilan pola komunikasi publik yang dijalankan oleh pihak penyelenggara.
Hensa mengungkapkan bahwa tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa ajakan pemerintah dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan masih memiliki resonansi yang kuat di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang mampu mengemas perayaan kemerdekaan secara interaktif.
"Ternyata masih banyak masyarakat yang nurut. Diundang lari, datang, ini keren dan bagus buat pemerintah. Paling tidak, pemerintah mampu membuat perayaan kemerdekaan ini tidak hanya sekadar pidato, tapi masyarakat juga terlibat langsung," ujar Hensa kepada wartawan, Minggu (30/8).
Bukan Klaim Dukungan Politik
Kendati memberikan apresiasi, Pendiri lembaga survei KedaiKOPI ini memberikan catatan kritis. Ia mengingatkan agar antusiasme massa dalam kegiatan olahraga ini tidak disalahartikan atau diklaim secara sepihak sebagai bentuk dukungan politik kepada pemerintah.
"Pelarinya banyak yang nurut pemerintah, tapi ya nurutnya karena diajak lari. Jangan nanti karena yang datang 12 ribu, dianggap semuanya sedang menyatakan dukungan politik," tegasnya.
Menurut Hensa, pendekatan melalui kegiatan olahraga memang jauh lebih efektif dan mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat dibandingkan dengan komunikasi formal yang kaku atau sekadar menonjolkan slogan dan capaian sepihak.
Jangan Lari dari Persoalan Rakyat
Lebih lanjut, Hensa menekankan pentingnya bagi pemerintah untuk tetap menjaga kepekaan terhadap isu-isu krusial yang sedang dihadapi warga di luar euforia perayaan kemerdekaan. Ruang selebrasi seperti Merdeka Run diharapkan tidak membuat pemerintah terlena.
Ia menutup pernyataannya dengan sebuah pesan menohok agar komitmen pemerintah terhadap rakyat tetap terjaga setelah acara seremonial berakhir.
"Yang penting setelah larinya selesai, pemerintah jangan ikut lari dari persoalan masyarakat," pungkas Hensa. (E-3)


















































