Mensesneg: Pengelolaan Hotel Sultan akan Dioptimalkan untuk Pemasukan Negara

1 week ago 12
 Pengelolaan Hotel Sultan akan Dioptimalkan untuk Pemasukan Negara MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.(Dok. Antara)

MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pengelolaan area Hotel Sultan akan dioptimalkan guna meningkatkan pemasukan negara. Langkah ini dilakukan menyusul keberhasilan pemerintah mengambil kembali aset tersebut berdasarkan putusan pengadilan.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7), Prasetyo mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terkait rencana pengelolaan ke depan.

"Kami telah dan sedang berkoordinasi dengan Danantara untuk merancang ulang pengelolaan kompleks area Hotel Sultan dan sekitarnya untuk bisa kita optimalkan peruntukannya sehingga kita berharap juga akan dapat menambah pemasukan kepada negara," ujar Prasetyo.

Kembalinya Aset Negara

Prasetyo melaporkan kepada para legislator bahwa Kementerian Sekretariat Negara secara resmi telah mengambil kembali aset Hotel Sultan pada 18 Juni 2026. Pengambilalihan ini mengakhiri polemik hukum yang berlangsung selama kurang lebih delapan tahun.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses hukum telah inkrah dan menyatakan Hotel Sultan sebagai milik negara. Masa pengelolaan oleh pihak ketiga telah dinyatakan selesai, sehingga pemerintah hanya menjalankan ketetapan pengadilan untuk mengosongkan lahan tersebut.

Hingga saat ini, proses pengosongan aset masih terus berlangsung. Prasetyo memperkirakan proses tersebut membutuhkan waktu sekitar satu bulan sebelum aset sepenuhnya diserahkan kepada Danantara untuk dikelola lebih lanjut.

Revitalisasi Kawasan GBK

Rencana optimalisasi Hotel Sultan ini sejalan dengan target Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, yang ingin melakukan revitalisasi komprehensif di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Fokus utamanya adalah meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di kancah regional.

Rosan sebelumnya menyebutkan bahwa pengeluaran rata-rata (average spending) wisatawan mancanegara di Indonesia saat ini masih berada di kisaran 1.100 dolar AS. Angka tersebut dinilai masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Singapura.

Dengan integrasi pengelolaan di bawah Danantara, pemerintah berharap kawasan Hotel Sultan tidak hanya menjadi sumber pendapatan baru, tetapi juga memperkuat ekosistem pariwisata Jakarta sebagai destinasi unggulan di Asia Tenggara. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |