Menhut Instruksikan Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi

4 weeks ago 16
Menhut Instruksikan Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mendukung penuh Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jambi.(Dok. Antara)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Provinsi Jambi memerlukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil mengingat Jambi saat ini berada di posisi keenam jumlah titik panas (hotspot) secara nasional, di bawah Riau, Sumatera Selatan, dan beberapa wilayah di Kalimantan.

"Jambi unik karena memiliki gambut yang dalam dan ini dikhawatirkan bisa berpotensi terjadi karhutla, maka tetap diperlukan OMC," ujar Raja Juli Antoni dilansir dari Antara, Selasa (25/8).

Berdasarkan data BMKG, puncak musim kemarau di wilayah tersebut diprediksi masih berlangsung lama.

Kementerian Kehutanan berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan OMC yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 30 Agustus 2026. Menhut memastikan armada pesawat telah siap di Jambi untuk menyemai awan agar hujan segera turun. Selain itu, pemerintah pusat siap menggeser bantuan helikopter dan mendistribusikan masker jika situasi memburuk.

Menhut menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh jajaran untuk memantau karhutla secara ketat di seluruh Indonesia. Ia meminta pemerintah daerah tidak ragu meminta bantuan pusat dan mengimbau masyarakat untuk berhenti membuka lahan dengan cara membakar.

Terkait penegakan hukum, Menhut memastikan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut dan KLH akan bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap perorangan maupun korporasi. "Gakkum tidak akan pandang pilih dalam menegakkan hukum terkait kasus karhutla di Jambi," tegasnya.

Data dari Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menunjukkan luasan lahan yang terbakar di Jambi telah mencapai lebih dari 916 hektare. Titik panas masih terdeteksi di beberapa wilayah, termasuk Desa Lubuk Kepayang (Sarolangun), Pandan Timur dan Geragai (Tanjung Jabung Timur), serta Sungai Gelam (Muaro Jambi).

Di sisi hukum, Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia melaporkan terdapat tujuh kasus karhutla dengan delapan tersangka yang tersebar di Polres Sarolangun, Merangin, Tebo, dan Tanjabbar. Pihak kepolisian saat ini tengah menyelidiki kasus lainnya dan berencana mengumumkan tersangka baru dalam waktu dekat.

Usai berkoordinasi dengan Satgas Karhutla Jambi, Menhut Raja Juli Antoni langsung meninjau lokasi kebakaran di Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui jalur darat guna mencari solusi permanen atas masalah karhutla yang terus berulang. (Ant/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |