Mengenalkan Ekonomi Sirkular melalui Ekowisata Jakarta

7 hours ago 2
Mengenalkan Ekonomi Sirkular melalui Ekowisata Jakarta Ilustrasi(Dok Istimewa)

UPAYA membangun kepedulian generasi muda terhadap lingkungan kini tak lagi hanya dilakukan di dalam ruang kelas. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menghadirkan pengalaman belajar langsung di alam melalui Jakarta Ecotourism Festival 2026, yang mengajak puluhan siswa SMK, komunitas, dan pegiat lingkungan menjelajahi berbagai kawasan ekowisata di Jakarta dalam program one day tour.

Sebanyak 35 peserta diajak mengenal praktik wisata berkelanjutan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, hingga pentingnya menjaga ekosistem perkotaan.

Melalui pendekatan interaktif, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa ruang hijau di ibu kota bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga laboratorium pembelajaran lingkungan.
Perjalanan diawali di Taman Wisata Lebah, Jakarta Timur. Di lokasi ini peserta mempelajari peran lebah dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengenal berbagai produk hasil budidaya lebah, hingga menyaksikan simulasi panen madu.

Suasana belajar dikemas secara menyenangkan. Selain mendapatkan penjelasan dari pengelola, para peserta mengikuti berbagai permainan interaktif yang menguji pengetahuan tentang lingkungan.
Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan mengenakan kaus putih dan topi bertuliskan Jakarta Ecotourism Festival 2026.

Usai mengunjungi Taman Wisata Lebah, rombongan melanjutkan perjalanan ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Payung Tunas Teratai di Jakarta Timur.

Di kawasan hijau seluas sekitar tiga hektare tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai budidaya tanaman sayuran, buah-buahan, dan hortikultura.

Melalui kegiatan ini, peserta dikenalkan pada proses penanaman hingga pemeliharaan berbagai jenis tanaman, sekaligus memahami pentingnya ruang hijau sebagai bagian dari ketahanan lingkungan dan pangan di wilayah perkotaan.

Destinasi terakhir adalah kawasan Agro Edu Wisata Cilangkap atau Kebun Bibit Cilangkap, Jakarta Timur. Kawasan ini menjadi ruang belajar terbuka yang menggabungkan fungsi rekreasi, konservasi, dan edukasi pertanian dalam satu kawasan terpadu.

Di lokasi tersebut, peserta belajar langsung mengenai praktik bercocok tanam, mengenal keanekaragaman hayati, serta memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui aktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Selain menikmati suasana alam yang masih asri di tengah kawasan perkotaan, para peserta diajak melihat bagaimana konsep agroeduwisata dapat menjadi media edukasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui Jakarta Ecotourism Festival 2026, Disparekraf DKI Jakarta berupaya memperkenalkan konsep ekowisata sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan.

Festival ini tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata edukatif, tetapi juga memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dengan pendekatan belajar yang memadukan pengalaman langsung dan aktivitas interaktif, program ini diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Jakarta yang semakin hijau, bersih, dan berkelanjutan. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |