Mengenal Gut-Brain Axis dan Dampaknya pada Tumbuh Kembang Anak

4 hours ago 1
Mengenal Gut-Brain Axis dan Dampaknya pada Tumbuh Kembang Anak Ilustrasi(magnific)

KESEHATAN saluran cerna kini tidak lagi dipandang hanya sebatas urusan metabolisme makanan. Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Andy Darma Sp.A Subsp.GH(K), mengungkapkan bahwa terdapat keterkaitan erat antara sistem saraf, sistem imun, dan mikrobiota dalam tubuh yang dikenal sebagai Gut-Brain Axis (GBA).

"Memang betul gut-brain axis itu berhubungan. Jadi sistem saraf berhubungan dengan sistem imun, sistem imun berhubungan dengan mikrobiota," ujar Andy, dikutip Kamis (10/9).

Apa itu Gut-Brain Axis?

GBA merupakan sistem komunikasi dua arah yang menghubungkan saluran cerna dan otak. Mekanisme ini memungkinkan kondisi mikrobiota di usus memengaruhi berbagai fungsi tubuh, mulai dari regulasi emosi, perilaku, hingga fungsi kognitif anak. Sebaliknya, kondisi psikologis dan fungsi otak juga dapat memengaruhi kinerja saluran cerna.

Hubungan kompleks ini menjadi kunci penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Berikut adalah komponen utama yang saling memengaruhi dalam sistem GBA:

Komponen GBA Fungsi & Keterkaitan
Sistem Saraf Mengirimkan sinyal antara otak dan usus; memengaruhi gerak peristaltik.
Sistem Imun Melindungi saluran cerna dan merespons perubahan mikrobiota.
Mikrobiota Usus Kumpulan bakteri baik yang mendukung fungsi cerna dan produksi neurotransmitter.

Peran Nutrisi dan Hormon Kebahagiaan

Andy menjelaskan bahwa asupan makanan yang tepat, termasuk keseimbangan prebiotik dan probiotik, sangat krusial untuk mendukung fungsi saluran cerna. Hal ini dikarenakan usus mampu menghasilkan sejumlah neurotransmitter penting, salah satunya adalah serotonin.

Serotonin dikenal sebagai hormon yang memberikan rasa nyaman di otak.

"Jadi tadi yang dibilang kan kalau kenyang anak menjadi tenang, dan itu memang benar. Tapi kalau terlalu kekenyangan juga tidak bagus," tambahnya.

Kaitan Gangguan Otak dan Pencernaan

Keterkaitan dua arah ini juga terlihat pada kasus klinis. Andy menceritakan adanya pasien dengan gangguan otak yang secara bersamaan mengalami masalah pencernaan karena sinyal-sinyal tertentu dari otak tidak muncul.

Salah satu contoh nyata adalah perubahan istilah medis dari infantile colic menjadi infant distress syndrome pada bayi di bawah usia lima bulan. Perubahan ini didasari pemahaman bahwa kondisi rewel pada bayi tidak melulu soal masalah usus, tetapi bisa jadi akibat distress psikologis saat bayi beradaptasi dengan lingkungan baru setelah lahir.

Contoh Pemicu Stres pada Bayi:

  • Perubahan lingkungan dari rahim yang hangat dan tenang ke dunia luar yang penuh rangsangan.
  • Kondisi tidur yang terlalu terang (lampu menyala), padahal saat di kandungan bayi terbiasa dalam kondisi gelap.

Pentingnya Edukasi yang Tepat

Menutup penjelasannya, dokter lulusan Universitas Airlangga ini mengingatkan para tenaga kesehatan untuk lebih berhati-hati dalam memberikan informasi kepada orang tua, terutama ibu baru yang kini semakin kritis. Kesalahan dalam memberikan penjelasan medis dapat memicu interpretasi yang keliru dan berdampak pada pola asuh anak.

"Kita juga harus berhati-hati dalam hal menjelaskan. Karena penjelasan yang salah diterjemahkan secara salah juga," pungkasnya. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |