Musim kemarau bukan berarti bebas nyamuk.(Dok. Magnific)
MUSIM kemarau sering dianggap sebagai waktu di mana populasi nyamuk menurun karena berkurangnya genangan air. Namun, kondisi kekeringan justru dapat menciptakan habitat baru yang mendukung perkembangbiakan jenis nyamuk tertentu dan meningkatkan risiko penularan penyakit.
Perubahan kondisi lingkungan saat kemarau menyebabkan ukuran badan air menyusut. Aliran air yang berkurang membuat air menjadi tenang atau stagnan, yang merupakan lokasi ideal bagi nyamuk seperti Culex pipiens untuk bertelur. Fenomena ini mematahkan anggapan bahwa nyamuk hanya menjadi ancaman di musim hujan.
Selain faktor alam, perilaku manusia selama kemarau turut berkontribusi. Berkurangnya pasokan air bersih mendorong masyarakat untuk mengumpulkan dan menyimpan air dalam berbagai wadah. Jika wadah penampungan tersebut tidak tertutup rapat, area tersebut akan berubah menjadi tempat berkembang biak nyamuk, termasuk jenis Culex yang mampu hidup di genangan air kecil di sekitar hunian.
Kondisi ini perlu diwaspadai karena berbagai spesies nyamuk membawa risiko penyakit serius. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) dan CDC, beberapa jenis nyamuk yang aktif saat kondisi air stagnan meliputi:
- Nyamuk Aedes: Menularkan demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, dan Zika. Nyamuk ini berkembang biak di wadah air tergenang di area pemukiman.
- Nyamuk Anopheles: Pembawa parasit Plasmodium penyebab malaria, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina terinfeksi.
- Nyamuk Culex: Dapat menularkan virus West Nile, terutama saat air menyusut dan menjadi stagnan selama periode kekeringan.
Pada kasus penularan dengue, nyamuk Aedes terinfeksi setelah menggigit orang yang membawa virus. Virus tersebut kemudian berkembang di tubuh nyamuk hingga mencapai kelenjar ludah, siap ditularkan kembali pada gigitan berikutnya kepada orang lain.
Masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan kebersihan tempat penampungan air dan sisa genangan meski di tengah musim kemarau. Kewaspadaan terhadap genangan air yang tersisa sangat penting untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk dan menekan risiko penyebaran penyakit menular. (Z-10)


















































