Mendagri Tito Karnavian dan Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haythar(Kemendagri)
Kunjungan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ke Penang, Malaysia, untuk menjenguk Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap Aceh. Dalam kunjungan tersebut, Tito juga menyampaikan salam dan doa dari Presiden.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA mengatakan perhatian Presiden terhadap kondisi kesehatan Wali Nanggroe mencerminkan hubungan yang tetap terjaga antara pemerintah pusat dan Aceh.
“Doa Presiden yang disampaikan Mendagri bukan sekadar simbol, melainkan tanda kasih negara bagi Aceh. Kehadiran ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat selalu hadir dalam suka dan duka masyarakat,” ujar Safrizal.
Safrizal, yang juga menjabat Kepala Poskowil Satgas PRR Aceh, menyebut kunjungan itu adalah bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan masyarakat Aceh. Ia mengatakan hubungan pemerintah pusat dengan tokoh-tokoh Aceh memiliki dimensi historis dan moral, khususnya dalam menjaga keberlanjutan perdamaian yang telah dibangun setelah kesepakatan Helsinki.
“Negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat doa dan kepedulian. Inilah makna silaturahmi yang harus kita rawat bersama. Kehadiran Mendagri membawa doa Presiden adalah pesan bahwa Aceh tetap menjadi bagian penting dalam hati bangsa,” tegasnya.
Safrizal berharap kunjungan tersebut dapat memberikan dukungan moral bagi Malik Mahmud sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Aceh.
“Doa adalah energi moral yang menguatkan. Semoga Wali Nanggroe segera pulih, dan silaturahmi ini menjadi pengikat kebersamaan kita,” tutupnya.


















































