Ilustrasi(MI/RAMDANI)
Operator bus Transjakarta, Mayasari Bakti, memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai penyebab kecelakaan bus di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/9) pagi. Pihak operator membantah kabar yang menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi karena pramudi tidak mendapatkan persetujuan cuti.
Kepala Depo Pool Mayasari Bakti Cijantung, Dadan Sutaprana, menegaskan bahwa penyebab utama insiden tersebut adalah kondisi pramudi yang mengantuk saat mengemudi, bukan karena persoalan perizinan kerja.
“Pramudi itu sebetulnya bukan cutinya nggak di-ACC, itu mah ngantuk,” ujar Dadan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (3/9).
Faktor Kelelahan Akibat Berduka
Dadan menjelaskan bahwa pramudi yang bersangkutan sedang dalam kondisi berduka setelah salah satu anggota keluarganya meninggal dunia pada Rabu (2/9) malam di kawasan Kemayoran. Hal ini diduga kuat menjadi penyebab pramudi kurang tidur karena harus begadang di rumah duka.
“Ada berita budenya itu semalam meninggal di Kemayoran. Nah, maksudnya itu dia mungkin semalam di Kemayoran begadang. Tadi pagi mungkin kurang tidurnya. Tapi dia memaksakan diri untuk operasi,” jelasnya.
Pihak Mayasari Bakti menyayangkan keputusan pramudi yang tetap memaksakan diri untuk bertugas meski kondisi fisiknya tidak fit. Menurut Dadan, perusahaan memiliki prosedur penggantian pramudi jika ada personel yang merasa tidak sanggup bekerja karena alasan kesehatan atau kelelahan.
“Kalau misalkan beliaunya bilang jujur aja, ‘Saya ngantuk, Pak, nggak operasi,’ saya pasti ganti itu. Nggak mungkin dipaksakan,” tegas Dadan.
Tidak Ada Pengajuan Cuti
Lebih lanjut, Dadan memastikan tidak ada catatan pengajuan cuti dari pramudi tersebut pada hari kejadian. Ia menekankan bahwa dalam situasi darurat seperti keluarga meninggal, pramudi cukup menghubungi pihak operator melalui telepon atau pesan singkat (WhatsApp) untuk meminta izin tidak beroperasi.
“Iya, nggak ada (pengajuan cuti). Misalkan, ‘Saya semalam habis begadang karena ada keluarga yang meninggal.’ Tinggal ngomong paginya by WA atau by phone, kan bisa. ‘Saya nggak bisa kerja karena saya kurang tidur.’ Sudah cukup, saya ganti pramudinya ke yang lain,” tambahnya.
Sanksi dan Penanganan Bus
Akibat insiden yang menyebabkan bus menabrak armada lain di depannya tersebut, pramudi yang terlibat kini telah diistirahatkan sementara dari kegiatan operasional. Pihak manajemen juga tengah melakukan evaluasi dan penanganan terhadap kerusakan armada bus.
Terkait kerugian materiil, Dadan menyebutkan adanya mekanisme pembebanan kerugian kepada pramudi apabila kecelakaan terbukti disebabkan oleh kelalaian. Namun, hingga saat ini total nilai kerugian akibat insiden di Gatot Subroto tersebut masih dalam tahap penghitungan final.
Catatan Redaksi: Keselamatan transportasi publik sangat bergantung pada kejujuran personel mengenai kondisi kesehatan dan kesiapan fisik sebelum bertugas.


















































