Para penerima beasiswa Bintang Mandiri MAI Institute dan MAI Foundation saat kegiatan pengukuhan.(ISTIMEWA)
MAI Foundation dan MAI Institute mengukuhkan 120 mahasiswa terpilih sebagai penerima Beasiswa Bintang Mandiri (BBM) Angkatan 6 Tahun 2026, saat Opening BBM 6.
Beasiswa Bintang Mandiri merupakan program yang diselenggarakan oleh MAI Institute, Lembaga di bawah naungan MAI Foundation. Fokus lembaga ini ialah pada pengembangan potensi mahasiswa melalui pendidikan, pembinaan karakter, peningkatan kompetensi, serta penguatan kontribusi sosial.
Melalui program ini, MAI Institute bersama MAI Foundation menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan finansial, tetapi juga pada proses membangun manusia secara menyeluruh.
Sebanyak 120 mahasiswa tersebut merupakan peserta terpilih dari 14.953 pendaftar. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Para mahasiswa itu menempuh lima tahapan seleksi dengan rasio persaingan mencapai 1:125.
Seleksi tersebut menjadi bagian dari komitmen MAI Foundation untuk menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya memberikan dukungan pendidikan, tetapi juga mempersiapkan generasi muda yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat.
Ketua MAI Institute, Erry Septianto, menjelaskan bahwa Beasiswa Bintang Mandiri dirancang bukan sekadar sebagai bantuan finansial bagi mahasiswa. Program ini menjadi ruang pembinaan komprehensif untuk membangun kepemimpinan, karakter, serta growth mindset para mahasiswa S1.
Mengusung tagline “Impactful Youth”, BBM Angkatan 6 memiliki sejumlah target selama satu tahun masa pembinaan. Sebanyak 120 beswan didorong untuk menghasilkan 120 prestasi di tingkat nasional maupun internasional, menjadi Brand Ambassador, serta merealisasikan 24 Social Project yang memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Beasiswa tidak berhenti pada bantuan pendidikan. Kami ingin membentuk mahasiswa yang bertumbuh secara utuh, memiliki karakter, kompetensi, dan kesadaran untuk memberikan dampak,” tandasnya.
Selama satu tahun ke depan, para beswan akan mengikuti lima program utama, yaitu Pembinaan Nasional setiap bulan, Mentorship Akademik dan Keislaman, Brand Ambassador, Internship, serta Contribution Project.
AMANAH UNTUK BERTUMBUH DAN MEMBERI
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua MAI Foundation, Bambang Saepudin, secara resmi mengukuhkan 120 mahasiswa sebagai Beswan BBM Angkatan 6.
Ia menegaskan bahwa beasiswa tidak seharusnya dipahami hanya sebagai bantuan dana. Lebih dari itu, beasiswa merupakan sebuah amanah yang harus dijawab dengan kesungguhan untuk belajar, mengembangkan potensi, dan menghadirkan manfaat.
Para beswan diharapkan tidak berhenti sebagai penerima manfaat atau beneficiaries. MAI Foundation mendorong mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang berani mengambil peran, menghadirkan solusi, dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Keberhasilan, menurut Bambang, tidak semata-mata diukur dari pencapaian pribadi. Tolok ukur yang lebih penting adalah seberapa besar manfaat dan dampak positif yang mampu diberikan seseorang kepada lingkungan sekitarnya.
Semangat tersebut menjadi bagian dari visi besar MAI Foundation dalam mengelola program pemberdayaan. Penerima manfaat diharapkan memiliki kesempatan untuk bertumbuh hingga pada akhirnya mampu menjadi pihak yang turut memberikan manfaat kepada orang lain.
OPTIMALISASI DANA ZAKAT
Pesan tentang transformasi pemberdayaan juga disampaikan oleh Dewan Syariah MAI Foundation, Dr. H. Fahruroji, Lc., M.A., melalui materi bertajuk “Optimalisasi Dana Zakat oleh MAI Foundation pada Bidang Pendidikan”
Menurutnya, praktik memberi tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat yang hanya menyelesaikan persoalan dalam jangka pendek. Dana sosial, termasuk zakat, perlu dioptimalkan untuk menciptakan proses pemberdayaan yang mampu membantu penerima manfaat meningkatkan kapasitas dan kemandiriannya.
Melalui pendidikan dan beasiswa, penerima manfaat mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. Dalam jangka panjang, proses tersebut diharapkan menciptakan multiplier effect atau dampak berganda bagi masyarakat.
Kontribusi pun tidak selalu berbentuk harta. Waktu, ilmu, kesempatan, kepercayaan, dan bimbingan merupakan bentuk pemberian yang juga dapat menjadi investasi untuk membantu orang lain bertumbuh.
“Menjadi hebat atau pintar saja tidak cukup. Generasi terbaik adalah mereka yang mampu membuat orang-orang di sekitarnya ikut bertumbuh,” jelas Fahruroji.
ANAK MUDA BERANI AMBIL PERAN
Semangat untuk menjadi generasi berdampak semakin diperkuat melalui sesi bersama Sherly Annavita, yang membawakan materi mengenai kepemimpinan dan peran anak muda bertajuk “Impact Starts With You.”
Sherly menekankan bahwa perubahan besar dalam masyarakat sering kali digerakkan oleh anak muda. Mereka memiliki modal berupa energi, waktu, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk keluar dari arus demi menciptakan perubahan positif.
Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan pola pikir progresif. Anak muda tidak cukup hanya menjadi sibuk, tetapi perlu memiliki arah dan tujuan yang jelas.
Sherly mengajak para beswan untuk mulai menjawab empat pertanyaan mendasar dalam perjalanan hidup mereka: siapa diri mereka di masa depan, bagaimana kondisi diri mereka saat ini, strategi apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan, serta warisan atau dampak apa yang ingin ditinggalkan.
Bagi para penerima Beasiswa Bintang Mandiri, proses pembinaan selama satu tahun ke depan menjadi awal perjalanan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Melalui BBM Angkatan 6, MAI Foundation ingin melahirkan lebih banyak pemuda yang tidak hanya mengejar prestasi pribadi, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengambil peran dan menghadirkan solusi.
Dari 14.953 pendaftar, kini 120 mahasiswa terpilih memulai perjalanan baru sebagai Beswan BBM Angkatan 6. Perjalanan mereka bukan hanya tentang menerima beasiswa, tetapi tentang bertumbuh, berprestasi, mengambil peran, dan pada akhirnya menghadirkan dampak yang lebih luas bagi Indonesia sebagai generasi tangguh dan mandiri.


















































