Kunci Sukses Toilet Training: Bangun Rasa Percaya Ibu dan Anak

4 hours ago 1
 Bangun Rasa Percaya Ibu dan Anak Ilustrasi(magnific)

PROSES toilet training sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua, terutama ketika anak mulai menunjukkan kebiasaan menahan buang air besar (BAB). Ternyata, kunci utama untuk mengatasi masalah ini bukan sekadar teknik fisik, melainkan pembangunan rasa saling percaya antara ibu dan anak.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Andy Darma Sp.A Subsp.GH(K), menjelaskan bahwa kepercayaan anak kepada ibunya sangat krusial untuk meyakinkan mereka bahwa proses BAB tidaklah menyakitkan.

"Diawali dari saling percaya antara ibu dan anak. Jadi anak supaya kita bisa meyakinkan ini enggak sakit kok. Dia yakin memang poop itu enggak sakit karena ibunya enggak pernah bohong," ujar Andy, dikutip Kamis(10/9).

Siklus Nyeri Akibat Menahan BAB

Menurut Andy, rasa percaya diperlukan agar anak tidak terjebak dalam siklus menahan BAB. Ketika anak menahan keinginan untuk ke belakang, feses akan berdiam lebih lama di usus, sehingga air di dalamnya terus diserap. Akibatnya, feses menjadi keras dan memicu rasa nyeri saat dikeluarkan.

Kondisi ini menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus jika tidak ada intervensi yang tepat. Berikut adalah tahapan siklus nyeri yang dialami anak:

Tahapan Kondisi yang Terjadi
1. Menahan BAB Anak sengaja tidak mengeluarkan feses karena takut atau malas.
2. Pengerasan Feses Usus menyerap air dari feses yang tertahan, membuatnya menjadi keras.
3. Muncul Rasa Nyeri Feses yang keras menyebabkan rasa sakit saat mencoba dikeluarkan.
4. Trauma/Ketakutan Rasa nyeri membuat anak semakin takut dan kembali menahan BAB.

Mengatasi Trust Issue pada Anak

Andy menekankan bahwa trust issue atau krisis kepercayaan pada anak sering kali muncul dari pengalaman masa lalu. Misalnya, saat orangtua berbohong dengan mengatakan obat tidak pahit atau suntikan vaksin tidak sakit, padahal kenyataannya sebaliknya.

Untuk memutus siklus ini, dokter biasanya akan memberikan obat pelunak feses. Namun, peran ibu tetap menjadi yang utama dalam aspek psikologis.

"Tugas ibu adalah meyakinkan anak agar tidak menahan," tambahnya.

Setelah feses melunak dan anak berhasil BAB tanpa rasa sakit, orangtua disarankan memberikan afirmasi positif. Tanyakan kepada anak apakah proses tadi terasa sakit, lalu ingatkan mereka untuk tidak menahannya lagi di kemudian hari.

Dengan konsistensi kejujuran orang tua, rasa percaya anak akan terbangun dan proses toilet training dapat berjalan lebih lancar. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |