BPBD Ciamis mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami krisis akibat musim kemarau(MI/KRISTIADI)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis memasok air bersih untuk 4.600 Kepala Keluarga (KK) atau 11.972 jiwa yang terdampak krisis air bersih di 27 desa yang tersebar pada 16 kecamatan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengatakan, kekeringan yang terjadi pada musim kemarau di wilayahnya menyebabkan krisis air semakin meluas. Saat ini sudah tercatat 44 Dusun, 27 desa yang tersebar di 16 Kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Untuk itu, pasokan air dilakukan untuk 4.600 KK atau 11.972 jiwa.
"Petugas BPBD memasok air bersih ke berbagai pelosok. Siaga darurat bencana sudah ditetapkan hingga September 2026. Bantuan air bersih digelontorkan untuk membantu warga," ujarnya, Kamis (27/8).
Menurut dia, untuk memasok air bantuan BPBD tidak sendiri. Sejumlah lembaga juga terlibat, di antaranya PMI, BBWS, Polres Ciamis, Kodim 0613 Ciamis, SOG Ciamis, MDMC, BJB, BRI, Samsat dan PDAM Ciamis.
Total bantuan dialirkan sudah mencapai 711.000 liter atau 142 tangki. Pengiriman air terus dilakukan petugas untuk meringankan beban masyarakat.
Sementara itu, Ujang Herman, warga Desa Cimari, Cikoneng mengatakan, krisis air bersih sangat berdampak bagi keluarga. Selain itu, lahan pertanian gagal tanam karena saluran irigasi mengering. Sementara diu banyak kolam ikan, tidak ada aliran air, sehingga banyak ikan mati.
"Dalam kondisi kekeringan ini, petani dan pemilik kolam mengalami kerugian besar," tandasnya.


















































