Wabup Kotim Irawati (kanan) meninjau pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di wilayah selatan Kotawaringin Timur, Rabu (23/7/2026)(Dok Istimewa)
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mulai mendistribusikan bantuan air bersih untuk membantu warga di wilayah selatan yang terdampak kekeringan. Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan mencapai sekitar 30.000 liter.
Kasi Hukum dan Humas Perumdam Tirta Mentaya Sampit, Natalis Daud, menyatakan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan armada yang tersedia. "Kami sudah mulai menyalurkan air bersih. Total yang sudah disalurkan sejauh ini sekitar 30.000 liter," ujar Natalis di Sampit, Jumat (24/7).
Mekanisme Penyaluran dan Wilayah Terdampak
Penyaluran bantuan ini menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter yang beroperasi dua hingga tiga kali dalam sehari. Dalam pelaksanaannya, Perumdam berkoordinasi dengan kepala desa atau ketua RT setempat untuk menentukan titik distribusi agar masyarakat dapat mengambil air dengan tertib.
Saat ini, bantuan difokuskan pada desa-desa yang telah mengajukan usulan, antara lain:
- Desa Samuda Kecil dan Desa Parebok: Sebagian wilayah belum terjangkau jaringan PDAM.
- Desa Lampuyang dan Desa Kuin Permai: Belum memiliki akses jaringan PDAM sama sekali.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur juga dilaporkan telah meninjau langsung proses distribusi di Desa Lampuyang untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Permintaan Bantuan Meningkat
Pihak Perumdam Tirta Mentaya juga telah menerima permohonan resmi dari Camat Teluk Sampit untuk bantuan air bersih di seluruh desa di wilayahnya. Berdasarkan data usulan, terdapat enam desa dengan kebutuhan mendesak, yaitu:
| Lampuyang | 70.000 Liter | 975 KK |
| Kuin Permai | 45.000 Liter | 300 KK |
| Regei Lestari | 40.000 Liter | 320 KK |
| Basawang | 35.000 Liter | 300 KK |
| Parebok | 30.000 Liter | 200 KK |
| Ujung Pandaran | 20.000 Liter | 350 KK |
Kendala Armada
Natalis mengakui bahwa kendala utama saat ini adalah keterbatasan armada. Dari empat unit truk tangki yang dimiliki, hanya satu yang dapat dialokasikan penuh untuk kegiatan sosial, sementara tiga lainnya harus tetap melayani pelanggan reguler.
Pemerintah daerah berharap adanya dukungan tambahan armada dari pihak swasta maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. "Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan mereka menyatakan siap membantu sesuai kebutuhan di lapangan," pungkasnya.

















































