Suasana evakuasi korban gempa Venezuela.(Dok. Ant/Anadolu/Cem Tekkesinoglu)
PEMERINTAH Venezuela melaporkan peningkatan signifikan jumlah korban jiwa akibat gempa bumi kuat yang mengguncang negara tersebut pada 24 Juni lalu. Hingga Selasa (14/7), total korban tewas gempa Venezuela tercatat mencapai 4.734 orang.
Data terbaru ini dirilis secara resmi oleh Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez. Selain korban meninggal dunia, otoritas setempat mencatat dampak kerusakan dan korban luka yang cukup masif di berbagai wilayah terdampak.
"Sebanyak 4.734 orang tewas, 16.740 terluka, dan 6.462 orang telah berhasil diselamatkan," demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah sebagaimana dikutip dari Sputnik/RIA Novosti, Rabu (15/7).
Kondisi Pengungsian dan Bantuan
Rodriguez menjelaskan bahwa situasi pascabencana masih sangat dinamis. Saat ini, lebih dari 20.900 orang masih bertahan di kamp-kamp pengungsian sementara karena kehilangan tempat tinggal atau khawatir akan adanya guncangan susulan.
Pemerintah Venezuela mengeklaim telah menyalurkan bantuan kepada 128.324 keluarga yang terdampak bencana ini. Untuk menampung para penyintas, otoritas telah menyediakan 107 kamp sementara di seluruh penjuru negeri yang saat ini dihuni oleh sedikitnya 20.231 orang.
Kronologi Gempa Ganda
Bencana ini bermula pada Rabu, 24 Juni, ketika dua gempa bumi kuat mengguncang wilayah pesisir utara Amerika Selatan tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan.
Guncangan pertama dengan magnitudo 7,2 terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat (11.04 WIB). Hanya berselang 39 detik kemudian, gempa bumi utama yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 kembali mengguncang, yang memicu kerusakan luas pada infrastruktur dan bangunan pemukiman warga. (Ant/Sputnik/H-3)

















































