Korban Luka Serangan AS ke Sebuah Pernikahan di Iran Bertambah jadi 68 Orang

2 weeks ago 9
Korban Luka Serangan AS ke Sebuah Pernikahan di Iran Bertambah jadi 68 Orang Seorang pengunjuk rasa membawa poster di depan Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat.(Dok. ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui/tom.)

WAKIL Gubernur Hormozgan, Ahmad Nafisi, melaporkan lonjakan signifikan jumlah korban luka akibat serangan militer Amerika Serikat (AS) yang menyasar warga sipil saat merayakan pernikahan di wilayah Kuhestak, Sirik, Iran. Hingga Selasa (2/9/2026), tercatat sebanyak 68 orang mengalami luka-luka.

"Jumlah korban luka dalam serangan militer AS terhadap sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Sirik, meningkat jadi 68 orang," ujar Nafisi sebagaimana dikutip dari kantor berita pemerintah pada Selasa.

Data terbaru ini menambah daftar panjang dampak serangan mematikan tersebut. Sebelumnya, Nafisi telah mengonfirmasi bahwa serangan di Kuhestak itu juga mengakibatkan sedikitnya empat orang meninggal dunia.

Ancaman Balasan dari Teheran

Menanggapi insiden berdarah di Provinsi Hormozgan tersebut, Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, memberikan pernyataan keras. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan bakal melakukan aksi balasan terhadap Amerika Serikat.

Melalui unggahan di media sosial X, Azizi mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk keputusasaan pihak yang ia sebut sebagai "pembela HAM palsu". Ia juga mengaitkan tragedi ini dengan rentetan kejahatan serupa yang pernah terjadi di wilayah Minab dan Lamerd.

"Serangan terhadap acara pernikahan dan pembunuhan terhadap masyarakat sipil di Kuhestak, Iran, adalah bukti yang paling nyata akan keputusasaan pembela HAM palsu serta pengulangan atas kejahatan mereka di Minab dan Lamerd," tegas Azizi.

Ia memperingatkan bahwa kekuatan militer Iran siap mengambil tindakan tegas sebagai respons atas serangan tersebut. "Jangan salah, kejahatan ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Tidak ada yang akan melindungi mereka dari tekad baja Angkatan Bersenjata Iran," pungkasnya. (Sputnik/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |