Konsumsi Asupan Makanan Nabati Memiliki Risiko Lebih Rendah Mengalami Penyakit Jantung

3 weeks ago 26
Konsumsi Asupan Makanan Nabati Memiliki Risiko Lebih Rendah Mengalami Penyakit Jantung Ilustrasi protein nabati(Magnific)

PENELITIAN yang dibahas Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan bahwa orang dengan rasio konsumsi protein nabati lebih tinggi daripada protein hewani, cenderung memiliki risiko penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung koroner yang lebih rendah. Manfaat tersebut terutama terlihat ketika protein hewani, khususnya yang berasal dari daging merah dan daging olahan, digantikan dengan sumber protein nabati. 

Kacang-kacangan, kedelai, lentil, tahu, tempe, serta berbagai jenis biji-bijian dapat menjadi pilihan sumber protein nabati dalam menu sehari-hari.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari HealthDay, penelitian terhadap sekitar 203.000 pria dan wanita yang diikuti selama beberapa dekade menemukan bahwa peserta dengan proporsi protein nabati lebih tinggi memiliki risiko penyakit kardiovaskular hingga 19 persen lebih rendah dan risiko penyakit jantung koroner 27 persen lebih rendah.

Temuan tersebut sejalan dengan konsep Portfolio Diet yang dibahas Harvard Health. Pola makan ini menggabungkan berbagai makanan nabati yang memiliki manfaat terhadap kadar kolesterol, seperti protein kedelai, kacang-kacangan, makanan tinggi serat larut, serta sumber sterol tumbuhan.

Penelitian terhadap lebih dari 210.000 orang menunjukkan bahwa peserta yang paling mengikuti pola Portfolio Diet memiliki risiko penyakit jantung sekitar 14 persen lebih rendah. Pola ini juga dikaitkan dengan kadar kolesterol LDL atau kolesterol "jahat" yang lebih rendah.

Tak Semua Sehat

Meski demikian, istilah plant-based tidak otomatis berarti sehat. Tingkat pemrosesan makanan juga perlu diperhatikan. Penelitian yang melibatkan lebih dari 118.000 peserta menemukan bahwa konsumsi makanan ultra-proses berbasis tumbuhan justru dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 7 persen dibandingkan makanan nabati yang tidak atau minim proses. Artinya, mengganti daging dengan makanan plant-based ultra-process bukan selalu pilihan yang lebih baik.  Makanan seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, lentil, kedelai, tahu, tempe, dan biji-bijian utuh lebih layak diprioritaskan.

Menjaga kesehatan jantung tidak harus dilakukan dengan perubahan pola makan secara ekstrem.  Mengurangi konsumsi daging secara bertahap dan memperbanyak makanan nabati berkualitas dapat menjadi langkah sederhana yang lebih realistis untuk dilakukan sehari-hari. Pada akhirnya, bukan sekadar seberapa banyak makanan yang berasal dari tumbuhan, tetapi juga jenis dan kualitas makanan tersebut yang perlu diperhatikan. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |