Kodaline Umumkan Bubar setelah Lebih dari Satu Dekade, Jakarta Jadi Saksi Panggung Terakhir

2 weeks ago 8
Kodaline Umumkan Bubar setelah Lebih dari Satu Dekade, Jakarta Jadi Saksi Panggung Terakhir Kodaline(Doc Spotify)

BAND pop-rock asal Irlandia, Kodaline, resmi menutup perjalanan panjang mereka di industri musik setelah lebih dari satu dekade berkarya. Grup yang dikenal lewat lagu “All I Want” tersebut menggelar rangkaian Farewell Tour 2026 sebagai salam perpisahan kepada para penggemar di berbagai negara.

Keputusan tersebut menjadi kabar emosional bagi penggemar Kodaline, termasuk di Indonesia. Jakarta menjadi salah satu kota dalam rangkaian tur perpisahan mereka melalui penampilan di LaLaLa Festival 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 22 Agustus 2026.

Penampilan tersebut sekaligus menjadi salah satu panggung terakhir Kodaline dalam perjalanan mereka sebagai sebuah band. Pihak LaLaLa Festival menyebut penampilan Kodaline sebagai salah satu farewell show spesial dalam rangkaian tur mereka.

Berawal dari 21 Demands

Perjalanan Kodaline bermula sebelum mereka menggunakan nama tersebut. Grup ini awalnya dikenal sebagai 21 Demands dan dibentuk di Dublin.

Pada 2012, Steve Garrigan, Mark Prendergast, Jason Boland, dan Vincent May menggunakan nama Kodaline. Setahun kemudian, mereka merilis album debut In a Perfect World, yang membawa nama Kodaline semakin dikenal di kancah internasional.

Album tersebut melahirkan sejumlah lagu populer, termasuk “All I Want”, yang kemudian menjadi salah satu karya paling dikenal dari Kodaline dan memperkuat karakter musik mereka yang emosional.

Seiring popularitas yang meningkat, Kodaline memperluas basis penggemarnya melalui berbagai tur dan penampilan di sejumlah negara, termasuk kawasan Asia.

Konsisten Berkarya Lebih dari Satu Dekade

Setelah In a Perfect World, Kodaline melanjutkan perjalanan musik melalui album Coming Up for Air pada 2015 dan Politics of Living pada 2018.

Pada 2020, mereka merilis One Day at a Time. Album tersebut menghadirkan pendekatan yang lebih personal dan dirilis ketika dunia tengah menghadapi pandemi COVID-19.

Selama perjalanan kariernya, Kodaline dikenal melalui musik yang memadukan pop dan rock dengan melodi yang kuat serta tema emosional mengenai hubungan, kehilangan, harapan, dan kehidupan.

Kodaline Siapkan Album Terakhir

Sebelum benar-benar mengakhiri perjalanan sebagai band, Kodaline menyiapkan album studio kelima sekaligus terakhir mereka.

Album tersebut berjudul We Were Only Young dan dijadwalkan dirilis pada 2 Oktober 2026 melalui Concord Records. Album ini menjadi karya studio terakhir Kodaline setelah lebih dari satu dekade bersama.

Kodaline sebelumnya juga telah merilis lagu “We Were Only Young” sebagai bagian dari album tersebut. Menurut Steve Garrigan, lagu itu merefleksikan kenangan terhadap masa lalu dan perjalanan yang telah mereka lalui bersama.

Jakarta Jadi Bagian dari Perjalanan Terakhir

Indonesia menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Farewell Tour 2026 Kodaline. Mereka tampil di LaLaLa Festival 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 22 Agustus 2026.

Pihak festival menyebut penampilan tersebut sebagai farewell show. Kodaline bahkan mendapatkan kesempatan untuk tampil sebagai penampil terakhir di salah satu panggung festival dengan durasi yang dibuat menyerupai konser tunggal.

Panggung Jakarta pun menjadi momen emosional bagi para penggemar. Penonton ikut bernyanyi bersama ketika Kodaline membawakan sejumlah lagu populer mereka, menjadikan penampilan tersebut sebagai salah satu momen penting dalam perjalanan band asal Dublin itu.

Menutup Perjalanan dengan Karya Terakhir

Keputusan Kodaline untuk berpisah menjadi akhir dari perjalanan panjang yang telah membawa mereka dari panggung-panggung kecil di Dublin hingga tampil di berbagai negara.

Dalam pengumuman perpisahannya, para personel Kodaline menyebut keputusan tersebut tidak mudah. Namun, mereka ingin mengakhiri perjalanan dengan cara yang baik melalui album terakhir dan rangkaian tur perpisahan.

Dengan dirilisnya We Were Only Young sebagai album studio kelima sekaligus terakhir dan berakhirnya rangkaian Farewell Tour, Kodaline meninggalkan warisan musik yang telah menemani penggemar selama lebih dari satu dekade.

Bagi penggemarnya, berakhirnya perjalanan Kodaline bukan berarti musik mereka ikut menghilang. Lagu-lagu seperti “All I Want” dan karya lainnya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan emosional para pendengar di berbagai belahan dunia. (Z-4)

Sumber: people

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |