Kisah Julia Molchanova: Keluar dari Jeratan Sekte Jeffrey Epstein

1 hour ago 2
 Keluar dari Jeratan Sekte Jeffrey Epstein Julia Molchanova.(Dok The Wall Street Journal)

PADA awal 2019, Julia Molchanova membuka aplikasi pemantau kredit di ponselnya. Ia terkejut menemukan deretan kartu kredit dan transaksi belanja yang tidak pernah ia lakukan.

Temuan itu menjadi titik balik bagi perempuan yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu 'asisten' Jeffrey Epstein. Pekerjaan itu menjadi kedok yang menurut Molchanova digunakan untuk menyembunyikan pelecehan seksual dan eksploitasi.

Dalam wawancara eksklusif dengan The Wall Street Journal, Molchanova untuk pertama kali berbicara secara terbuka tentang penderitaannya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya ialah penggugat utama Jane Doe dalam gugatan class-action terhadap Bank of America yang dituduh mengabaikan transaksi mencurigakan karena memfasilitasi perdagangan seks Epstein.

Manipulasi Berkedok Masa Depan

Molchanova berusia 22 tahun saat pertama kali bertemu Epstein di New York pada Desember 2011. Saat itu, ia mahasiswa desain asal Rusia yang hampir tidak bisa berbahasa Inggris. Epstein memikatnya dengan janji bantuan pendidikan di Fashion Institute of Technology (FIT). "Itu merupakan umpannya," kenang Molchanova.

Namun, janji tersebut hanyalah ilusi. Alih-alih sekolah, Molchanova justru ditempatkan di apartemen yang dikendalikan Epstein dan mulai mengalami pelecehan seksual. Epstein menggunakan taktik manipulasi psikologis. Ia mengatakan bahwa keterbukaan seksual adalah bagian dari budaya Amerika yang harus ia terima.

Hidup dalam 'Sekte'

Molchanova menggambarkan lingkungan di sekitar Epstein seperti sekte. Ia dipaksa mengikuti aturan ketat: harus selalu terlihat bahagia, berterima kasih terus-menerus kepada Epstein, dan didikte dalam segala hal--mulai dari pakaian, panjang rambut, hingga dokter yang dikunjungi. Epstein bahkan mengatur pernikahan formal antara Molchanova dengan perempuan lain pada 2013 sebagai bagian dari taktik hukumnya.

Eksploitasi finansial juga terjadi secara masif. Pada 2014, pengacara Epstein membantu mendirikan perusahaan bernama JSC Interiors atas nama Molchanova. Meski dikatakan sebagai bisnis desain untuknya, perusahaan itu justru digunakan Epstein untuk memindahkan uang dan melakukan transaksi tanpa sepengetahuan Molchanova, termasuk pesanan furnitur senilai hampir Rp620 juta (US$40.000).

Kutipan Julia Molchanova:
"Dia pria yang sangat manipulatif. Itu merupakan ilusi bahwa Anda memiliki sesuatu. Kenyataannya, saya tidak punya apa-apa dan itu hanya menguntungkan baginya."

Perlawanan dan Keadilan

Ketakutan Molchanova memuncak pada April 2019 ketika ia akhirnya berani menantang Epstein melalui pesan singkat, menyatakan ketidaknyamanannya dan keinginan untuk memiliki hidup normal. Ia menolak undangan Epstein ke Palm Beach karena takut akan keselamatannya.

Perjuangannya membuahkan hasil hukum yang signifikan. Seorang hakim federal baru-baru ini menyetujui penyelesaian senilai Rp1,1 triliun (US$72,5 juta) dengan Bank of America yang akan didistribusikan kepada puluhan korban Epstein. Meskipun pihak bank membantah memfasilitasi kejahatan tersebut, penyelesaian ini dianggap sebagai bentuk keadilan bagi para korban.

Kini, di usia 37 tahun, Molchanova memulai merek fesyennya sendiri dan berencana menjadi advokat bagi korban kejahatan. "Saya melangkah maju untuk membuktikan bahwa perempuan memiliki suara dan kemampuan untuk membangun kembali diri mereka, bergerak maju, dan melakukan hal-hal baik dalam hidup," pungkasnya. (The Wall Street Journal/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |