Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.(KCNA/Kyodo)
PEMIMPIN Korea Utara, Kim Jong Un, secara resmi mengumumkan ambisinya untuk mentransformasi Angkatan Laut (AL) negara tersebut menjadi kekuatan militer yang dilengkapi dengan persenjataan nuklir. Pernyataan strategis ini disampaikan Kim saat menghadiri upacara peresmian kapal perang terbaru, Kang Kon, di Pelabuhan Wonsan pada Minggu (6/9).
Berdasarkan laporan kantor berita resmi Korea Utara, Korea Central News Agency (KCNA), Kim menekankan pentingnya diversifikasi sistem tempur nuklir di wilayah perairan untuk menghadapi potensi konflik nyata.
"Kita harus memastikan bahwa pengoperasian sistem tempur nuklir yang beragam dan efektif dilakukan untuk perang sesungguhnya melalui pengembangan angkatan laut kita menjadi kekuatan bersenjata nuklir," tegas Kim Jong Un dalam pidatonya.Kim juga menggarisbawahi peran krusial kapal perang generasi terbaru dalam doktrin pertahanan negara. Ia menginstruksikan agar kapal perusak tersebut mampu memberikan respons mematikan secara instan begitu perintah diberikan, sebagai bagian dari sistem penanggulangan nuklir nasional.
Kehadiran Kim Ju Ae dan Simbolisme Militer
Dalam rangkaian acara tersebut, KCNA merilis dokumentasi yang memperlihatkan Kim Jong Un didampingi oleh putrinya, Kim Ju Ae. Keduanya tampak menyaksikan aktivitas di sekitar kapal perang Kang Kon. Kim terlihat mengenakan setelan jas hitam, sementara Ju Ae tampil dengan pakaian serba putih saat melambaikan tangan ke arah kapal di pelabuhan tersebut.
Para pakar militer menilai langkah ini bukan sekadar seremonial. Profesor Lim Eul Chul dari Universitas Kyungnam berpendapat bahwa pernyataan Kim mengindikasikan pengembangan platform peluncuran rudal jelajah berkemampuan nuklir di masa depan. Selain itu, terdapat potensi peluncuran aset strategis lain, seperti kapal selam baru yang dirancang untuk membawa rudal balistik (SLBM).
Respons Terhadap Latihan 'Freedom Edge'
Pengerahan kapal Kang Kon di Laut Timur terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Saat ini, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan sedang melaksanakan latihan militer gabungan bertajuk Freedom Edge di sekitar Pulau Jeju.
| Nama Kapal Baru | Kang Kon |
| Lokasi Peresmian | Pelabuhan Wonsan |
| Tujuan Utama | Integrasi sistem tempur nuklir ke Angkatan Laut |
| Konteks Regional | Latihan gabungan AS-Jepang-Korsel (Freedom Edge) |
Pyongyang secara konsisten memandang latihan militer trilateral tersebut sebagai persiapan invasi terhadap wilayah mereka. Sebagai bentuk respons, Korea Utara kerap melakukan tindakan balasan mulai dari langkah taktis, pengujian rudal, hingga pengerahan aset maritim untuk memastikan aktivitas musuh tetap berada dalam jangkauan pengawasan mereka.
Pengembangan kekuatan AL yang terintegrasi dengan kemampuan nuklir ini menandai dimensi baru dalam strategi militer Korea Utara, sekaligus meningkatkan eskalasi keamanan di kawasan Asia Timur. (Fer/I-1)




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163337/original/062235700_1781018081-InShot_20260609_221323602.jpg.jpeg)
