Ilustrasi(Dok Magnific )
KEPUTIHAN merupakan kondisi yang umum dialami perempuan dan pada dasarnya menjadi bagian dari mekanisme alami tubuh untuk menjaga kebersihan vagina. Cairan ini membantu membawa keluar sel-sel mati dan kuman sehingga area intim tetap terlindungi.
Namun, perubahan pada warna, jumlah, tekstur, atau bau keputihan tidak boleh diabaikan. Dalam artikel Alodokter berjudul “Kenali Tanda-tanda Keputihan yang Berbahaya”, keputihan yang disertai gatal, iritasi, atau nyeri dapat menjadi tanda adanya gangguan pada organ intim.
Seperti Apa Keputihan yang Normal?
Keputihan normal umumnya berwarna bening atau sedikit keruh menyerupai air susu. Teksturnya dapat encer hingga sedikit kental dan biasanya tidak menimbulkan bau menyengat.
Jumlah cairan juga bisa berbeda pada setiap perempuan. Alodokter menyebutkan bahwa keputihan dapat menjadi lebih banyak atau kental pada kondisi tertentu, seperti saat ovulasi, kehamilan, menyusui, munculnya gairah seksual, penggunaan kontrasepsi, hingga sekitar satu minggu sebelum menstruasi.
Karena itu, tidak semua perubahan keputihan berarti seseorang sedang mengalami penyakit. Yang perlu diperhatikan adalah perubahan yang terasa tidak biasa dan muncul bersama keluhan lain.
Warna dan Bau Bisa Menjadi Petunjuk
Keputihan perlu diwaspadai jika jumlahnya jauh lebih banyak dari biasanya, berubah menjadi kuning, hijau, cokelat, atau abu-abu, serta mengeluarkan bau tidak sedap. Rasa gatal, iritasi, perih, atau nyeri pada vagina juga menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Penyebabnya cukup beragam. Vaginosis bakterialis, misalnya, dapat membuat keputihan berwarna putih, abu-abu, atau kekuningan disertai bau amis. Sementara infeksi jamur biasanya menyebabkan cairan putih yang kental dan menggumpal seperti keju, disertai rasa gatal atau bengkak.
Keputihan berwarna kuning atau kehijauan, berbusa, dan berbau tidak sedap juga dapat berkaitan dengan trikomoniasis. Gonore dapat menyebabkan cairan kuning atau keruh yang disertai nyeri panggul maupun perdarahan di luar menstruasi.
Jangan Abaikan Keputihan Disertai Darah
Keputihan berwarna cokelat atau merah, terutama jika disertai nyeri panggul dan perdarahan vagina, juga perlu diperiksa. Menurut Alodokter, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pada leher rahim atau lapisan rahim, termasuk kanker serviks dan kanker endometrium.
Meski demikian, perubahan keputihan tidak otomatis berarti kanker. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Cara Menjaga Kesehatan Area Intim
Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Area vagina sebaiknya dibersihkan secara rutin dengan cara yang lembut. Hindari produk pembersih yang mengandung antiseptik atau pewangi serta kebiasaan douching karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami vagina.
Selain itu, bersihkan area genital dari arah depan ke belakang, gunakan pakaian dalam berbahan katun, dan hindari pakaian yang terlalu ketat. Jika keputihan disertai perubahan warna, bau, gatal, nyeri, atau perdarahan yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani secara tepat. (Netty Fatmawati Pane/E-4)


















































