Ilustrasi(magnifik)
NYERI tulang kerap dianggap sebagai keluhan biasa, terutama setelah tubuh melakukan aktivitas berat atau mengalami cedera. Namun, rasa sakit yang terus bertahan, semakin parah, atau bahkan muncul ketika tubuh sedang beristirahat sebaiknya tidak begitu saja diabaikan.
Meski kanker tulang tergolong relatif jarang, kondisi ini dapat menyerang tulang di berbagai bagian tubuh. Dalam artikel OncoCare berjudul “Kanker Tulang: Kapan Harus Waspada Terhadap Nyeri Tulang dan Segera Periksakan Diri?”, Dr. Pang Shien Ling Angela (Dr. Angela Pang) menjelaskan sejumlah tanda yang perlu diperhatikan terkait nyeri tulang dan kemungkinan kanker tulang.
Seperti Apa Nyeri yang Perlu Diperhatikan?
Menurut Dr. Angela Pang, nyeri tulang biasanya terasa lebih dalam dibandingkan nyeri otot. Rasa sakit dapat berupa nyeri tumpul, berdenyut, atau terus-menerus. Pada sebagian orang, keluhan dapat datang dan pergi, tetapi memiliki titik tertentu yang terasa sangat sensitif.
Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika nyeri tidak membaik setelah beristirahat atau justru semakin berat pada malam hari. Rasa sakit juga dapat bertambah ketika melakukan aktivitas fisik.
Meski demikian, nyeri tulang tidak selalu berarti kanker. OncoCare menyebut berbagai kondisi lain yang dapat menyebabkan keluhan serupa, seperti cedera, patah tulang, osteoporosis, osteoartritis, osteomielitis, kekurangan vitamin D, hingga penyakit Paget pada tulang.
Waspadai Jika Muncul Gejala Lain
Kecurigaan terhadap kanker tulang perlu mendapat perhatian lebih apabila nyeri disertai gejala lain. OncoCare mencatat beberapa tanda yang dapat muncul, seperti pembengkakan, nyeri tekan di sekitar area yang terkena, kesulitan menggerakkan anggota tubuh atau sendi, kelelahan, demam, serta penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Dalam kondisi tertentu, kanker juga dapat membuat tulang melemah sehingga lebih mudah mengalami patah tulang.
Kapan Harus ke Dokter?
Dr. Angela Pang menyarankan agar nyeri tulang yang berlangsung lama atau semakin parah diperiksakan. Terlebih jika rasa sakit muncul tanpa penyebab yang jelas, terus terasa saat beristirahat, memburuk pada malam hari, atau tidak merespons obat pereda nyeri yang dijual bebas.
Untuk memastikan penyebabnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pencitraan, seperti sinar-X, MRI, CT scan, pemeriksaan tulang, atau PET scan. Jika terdapat dugaan tumor, biopsi menjadi pemeriksaan paling akurat untuk memastikan diagnosis kanker tulang.
Karena itu, nyeri tulang yang menetap tidak perlu langsung dianggap sebagai kanker, tetapi juga jangan terus diabaikan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Sumber: OncoCare


















































