Kemlu RI Sampaikan Duka Cita atas Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tiongkok

3 weeks ago 23
Kemlu RI Sampaikan Duka Cita atas Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tiongkok Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menyampaikan bela sungkawa mendalam kepada masyarakat serta Pemerintah Tiongkok dan Pemerintah Nepal atas bencana banjir bandang yang melanda wilayah Gyirong, kawasan perbatasan kedua negara tersebut.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyatakan bahwa Indonesia turut berduka atas jatuhnya korban jiwa serta kerusakan infrastruktur publik yang masif akibat bencana alam ini.

“Indonesia menyampaikan simpati dan duka yang mendalam atas terjadinya bencana alam di wilayah Gyirong, perbatasan Tiongkok dan Nepal, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan pada sejumlah infrastruktur publik,” ujar Nabyl di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Pemerintah Indonesia juga menegaskan dukungan penuh terhadap upaya penyelamatan dan penanganan pascabencana yang sedang dilakukan oleh otoritas Tiongkok maupun Nepal agar dapat berjalan efektif.

Pantau Kondisi WNI

Terkait perlindungan warga negara, Kemlu terus memantau kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak melalui koordinasi dengan KBRI Beijing, Kantor Konsul Kehormatan di Kathmandu, serta KBRI Dhaka.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam bencana tersebut. Berdasarkan data Kemlu, terdapat sekitar 45 WNI di Nepal yang mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan.

Selain pekerja migran, perhatian khusus juga diberikan kepada WNI yang sedang berwisata atau melakukan pendakian di wilayah tersebut. KBRI Dhaka telah mengimbau agen perjalanan untuk segera melaporkan keberadaan WNI yang tengah melakukan aktivitas pendakian.

“Kemlu menghimbau seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak untuk terus waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat,” tambah Nabyl.

Hotline Darurat WNI:

  • KBRI Beijing: +86 18610455488
  • KBRI Dhaka: +880 161-4444-552

Dampak Bencana

Laporan dari kantor berita Anadolu menyebutkan situasi di lokasi masih kritis. Otoritas setempat menyatakan lebih dari 1.300 orang, termasuk hampir 900 warga negara asing, masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian dan penyelamatan hingga kini masih terus berlangsung di kedua sisi perbatasan.

Berdasarkan analisis citra satelit, banjir bandang dahsyat ini diduga kuat dipicu oleh bongkahan es besar yang mencair secara mendadak dari gletser di Pegunungan Himalaya. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |