Kemenhan RI dan Korsel Matangkan Tahap Akhir Kerja Sama Sistem Senjata Udara

1 week ago 11
Kemenhan RI dan Korsel Matangkan Tahap Akhir Kerja Sama Sistem Senjata Udara Ilustrasi(Dok Istimewa)

MENTERI Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan resmi Duta Besar Republik Korea (Korea Selatan) untuk Indonesia, H.E. Yoon Soon Gu, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Pertemuan ini berfokus pada penguatan kemitraan strategis, termasuk menuntaskan tahapan akhir pengadaan pesawat tempur canggih.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan implementasi nyata dari komitmen kedua kepala negara dalam mempererat hubungan pertahanan antarpemerintah (G-to-G).

"Ini sebagai tindak lanjut arahan kedua kepala negara untuk mempererat kerja sama strategis kedua negara," ujar Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Rico mengungkapkan, kedua belah pihak mendiskusikan sejumlah agenda krusial, mulai dari optimalisasi mekanisme dialog pertahanan, program pendidikan dan pelatihan militer, penguatan industri pertahanan, hingga rencana pengembangan sistem senjata (alutsista).

Salah satu poin paling krusial yang dibahas adalah tindak lanjut dari berbagai program pertahanan yang sedang berjalan di antara kedua negara.

"Termasuk penyelesaian tahapan akhir program pengembangan pesawat tempur bersama," ungkap Rico.

Kemenhan menegaskan bahwa seluruh pembahasan kerja sama antarpemerintah ini dipastikan berjalan sesuai dengan regulasi, mekanisme, serta prosedur formal yang berlaku di Indonesia.

Indonesia Beralih dari Produksi Bersama Menjadi Membeli

Meskipun pihak Kemenhan tidak merinci secara detail jenis pesawat tempur dalam pertemuan terbaru tersebut, rekam jejak diplomasi pertahanan kedua negara menunjukkan fokus utama tertuju pada proyek jet tempur masa depan KF-21 Boramae.

Sebelumnya, skema keterlibatan Indonesia dalam proyek ini mengalami pergeseran fundamental. Pemerintah Indonesia memastikan tidak lagi terlibat dalam status produksi bersama (joint production), melainkan memilih opsi akuisisi langsung.

"Indonesia tidak melakukan produksi KF-21 bersama, tetapi langsung membeli dari Korea," kata Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari.

Proses kepemilikan jet tempur canggih tersebut kini telah melewati fase penjajakan awal yang sempat berjalan alot pada kuartal pertama tahun ini, dan kini tengah dimatangkan dalam negosiasi fase akhir demi memperkuat sistem pertahanan udara nasional. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |