Kemah Nasional Pramuka PUI Jadi Ruang Kaderisasi Generasi Muda Berkarakter

2 weeks ago 9
Kemah Nasional Pramuka PUI Jadi Ruang Kaderisasi Generasi Muda Berkarakter Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama para peserta Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam(ISTIMEWA)

KEMAH Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan dan kaderisasi generasi muda agar memiliki karakter, kepemimpinan, keterampilan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

Kegiatan yang digelar di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tersebut, diikuti sekitar 5.499 peserta yang terdiri dari anggota Pramuka, pelajar, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, hingga tokoh PUI.

Penasihat Dewan Pimpinan Pusat PUI, Prof KH Achmad Tjachja Nugraha, menilai kegiatan tersebut memiliki arti strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Kemah Nasional Pramuka PUI tidak sekadar menjadi kegiatan perkemahan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kaderisasi.

“Kemah Nasional Pramuka PUI ini bukan sekadar kegiatan perkemahan, tetapi merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang kuat, berakhlak, disiplin, mandiri, dan memiliki semangat kebangsaan,” ujarnya.

Dia menambahkan generasi muda harus dipersiapkan secara menyeluruh agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan, keterampilan, karakter, dan kepedulian sosial.

“Kami ingin generasi muda PUI tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kesiapan untuk mengabdi kepada umat, masyarakat, bangsa, dan negara,” tandasnya.

Prof Achmad Tjachja menilai Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kepemimpinan, kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, dan tanggung jawab.

“Pramuka merupakan ruang yang sangat baik untuk menanamkan nilai kepemimpinan, gotong royong, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” tegasnya.

BONUS DEMOGRAFI

Menurut Prof Achmad, momentum bonus demografi harus dipersiapkan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Generasi muda yang saat ini berada pada usia produktif akan menjadi kekuatan utama Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

“Momentum bonus demografi harus kita jawab dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Generasi muda hari ini adalah calon pemimpin Indonesia di masa depan, sehingga pembinaan karakter tidak boleh dipisahkan dari pendidikan dan pengembangan kompetensi,” tandasnya.

Ia berharap peserta Kemah Nasional Pramuka PUI mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan ke lingkungan masing-masing.

“PUI berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pembinaan generasi muda. Kami berharap para peserta Kemah Nasional ini dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan dari lingkungan perkemahan ke sekolah, keluarga, organisasi, dan masyarakat,” ungkapnya.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menambahkan, semangat pengabdian harus terus dilanjutkan setelah kegiatan berakhir.

“Yang paling penting adalah setelah kegiatan ini selesai, semangat pengabdian tidak ikut selesai. Justru dari sinilah para peserta harus mulai menunjukkan kontribusi nyata di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.


WADAH STRATEGIS


Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda memperkuat karakter, keterampilan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 di Selabintana Camping Ground, di Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9, dia memberikan apresiasi kepada PUI dan Gerakan Pramuka yang dinilai konsisten menjadi wadah pembinaan generasi muda.

Menurutnya, pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang disiplin, mandiri, terampil, peduli terhadap sesama, serta memiliki semangat pengabdian. Gerakan Pramuka merupakan wadah strategis untuk mempersiapkan generasi penerus sekaligus calon pemimpin bangsa.

“Nilai kedisiplinan, kepemimpinan, gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial menjadi modal penting menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Kapolri.

Ia juga menyoroti momentum bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia.

Besarnya jumlah penduduk usia produktif dapat menjadi kekuatan bangsa apabila diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas tersebut perlu dilakukan melalui pendidikan, penguasaan keterampilan, pembentukan karakter, serta peningkatan daya saing.

Pemerintah juga terus membuka dan memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan berkualitas melalui berbagai program, seperti Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, LPDP, serta berbagai program pengembangan sumber daya manusia lainnya.

Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat sinergi pembinaan generasi muda sekaligus melahirkan kader yang berkarakter, kompeten, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |