Kekeringan di Kabupaten Bekasi Meluas ke 12 Kecamatan, Pemkab Salurkan Air Bersih

3 weeks ago 24
Kekeringan di Kabupaten Bekasi Meluas ke 12 Kecamatan, Pemkab Salurkan Air Bersih emerintah Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan 30 liter air bersih kepada warga Desa Bojongmangu yang terdampak bencana kekeringan, Senin (31/8).(DOK.PEMKABBEKASI)

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Bojongmangu, Desa Medal Krisna, Kecamatan Bojongmangu, pada Senin (31/8). Langkah ini diambil menyusul kondisi kemarau yang kian meluas di wilayah Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyatakan bahwa bantuan yang disalurkan kali ini terdiri dari tiga tangki air bersih dengan kapasitas total mencapai 30.000 liter. Selain itu, petugas juga membagikan 50 jeriken untuk memudahkan warga membawa air ke rumah masing-masing.

“Hari ini kita menyalurkan 3 tangki air bersih, totalnya sekitar 30 ribu liter, ditambah 50 jeriken yang akan dibagikan kepada warga,” ujar Endin saat meninjau lokasi penyaluran.

Dampak Kekeringan Meluas ke 12 Kecamatan

Endin mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya tercatat ada 9 kecamatan yang mengalami krisis air, kini jumlahnya bertambah menjadi 12 kecamatan.

Data Penanganan Kekeringan Kabupaten Bekasi:

Indikator Keterangan
Jumlah Kecamatan Terdampak 12 Kecamatan (Sebelumnya 9)
Durasi Musim Kering Sekitar 2 Bulan
Total Bantuan (Bojongmangu) 30.000 Liter Air & 50 Jeriken
Mitra Kolaborasi PMI, Perumda Tirta Bhagasasi, Marunda Center, Kemen-PU

Pemerintah daerah terus memperluas jangkauan bantuan dengan melibatkan berbagai pihak. Untuk wilayah utara seperti Tarumajaya dan Babelan, Pemkab mendorong dukungan dari Marunda Center. Sementara di wilayah Pebayuran, penanganan dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum.

Waspada Potensi Kebakaran

Selain krisis air, Sekda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Kondisi lingkungan yang kering, termasuk rumput dan ilalang, sangat rentan tersulut api.

“Saya berharap warga menghemat air. Selain itu, harus berhati-hati karena lingkungan sudah banyak yang kering. Jangan melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan,” tegasnya.

Terkait peningkatan status menjadi darurat bencana, Pemkab Bekasi masih melakukan pemantauan intensif. Keputusan tersebut akan diambil setelah bermusyawarah dengan Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya.

Marina Apriani (22), salah satu warga Kampung Bojongmangu, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasokan air ini. Menurutnya, bantuan tersebut sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi dan mencuci di tengah sulitnya mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang. (AK/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |