Kebiasaan Sehat Sejak Muda Bisa Kurangi Risiko Penyakit tidak Menular, ini Alasannya

3 weeks ago 25
Kebiasaan Sehat Sejak Muda Bisa Kurangi Risiko Penyakit tidak Menular, ini Alasannya Ilustrasi(magnifik)

PENYAKIT tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, dan penyakit pernapasan kronis sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang baru muncul ketika seseorang memasuki usia dewasa atau lanjut usia. Padahal, risikonya dapat mulai terbentuk jauh lebih awal melalui kebiasaan sehari-hari sejak masa kanak-kanak dan remaja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut paparan terhadap sejumlah faktor risiko PTM sering kali sudah dimulai sejak masa kanak-kanak atau awal usia dewasa. Karena itu, membangun kebiasaan sehat sejak usia muda menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko penyakit di kemudian hari.

Kebiasaan Kecil yang Berdampak Panjang

Pola makan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, sementara asupan buah, sayur, dan serat rendah, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Dalam lembar fakta yang diperbarui pada Januari 2026, WHO menegaskan bahwa kebiasaan dan preferensi makan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dan remaja sering berlanjut hingga dewasa. Pola makan sehat sepanjang hidup dapat membantu melindungi tubuh dari diabetes, penyakit jantung, stroke, hingga kanker.

Selain makanan, aktivitas fisik juga memiliki peran besar. WHO mencatat sekitar 80 persen remaja di dunia belum memenuhi tingkat aktivitas fisik yang direkomendasikan. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko PTM, sedangkan aktivitas rutin membantu menjaga kesehatan jantung, metabolisme, tulang, serta kebugaran tubuh.

Rokok dan Alkohol Juga Perlu Diwaspadai

Kebiasaan merokok yang dimulai sejak muda juga dapat memberikan dampak jangka panjang. WHO menyebut tembakau dapat merusak hampir seluruh organ tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, penyakit paru, serta lebih dari 20 jenis atau subjenis kanker. Nikotin juga sangat adiktif dan berbahaya bagi anak-anak, remaja, serta dewasa muda karena otak masih berkembang.

CDC juga mengidentifikasi penggunaan tembakau, pola makan buruk, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol berlebihan sebagai faktor risiko penting penyakit kronis yang sebenarnya dapat dimodifikasi.

Tidak Harus Menunggu Sakit

WHO mencatat bahwa faktor perilaku tersebut dapat memicu perubahan metabolik seperti tekanan darah tinggi, obesitas, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Kondisi tersebut kemudian meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

Karena itu, menjaga kesehatan sejak muda bukan berarti harus menjalani pola hidup yang sempurna. Langkah sederhana seperti lebih sering bergerak, memilih makanan bergizi, mengurangi makanan tinggi gula dan garam, menghindari rokok, serta menjauhi konsumsi alkohol berlebihan dapat menjadi investasi kesehatan untuk masa depan.

Dengan kata lain, usia muda bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan. Justru, kebiasaan yang dibangun hari ini dapat menentukan seberapa besar risiko penyakit yang harus dihadapi pada tahun-tahun mendatang.

Sumber: PubMed Central (PMC)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |