KDM Dorong Ronda Malam lewat Insentif Penangkapan Begal

10 hours ago 1
KDM Dorong Ronda Malam lewat Insentif Penangkapan Begal Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).(Dok. Pemprov Jabar)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mendorong masyarakat kembali mengaktifkan kegiatan ronda malam dan pos keamanan lingkungan melalui pemberian insentif sebesar Rp10 juta bagi warga yang membantu menangkap pelaku begal maupun kejahatan jalanan.

Menurut Dedi, kebijakan tersebut dibuat untuk meningkatkan kewaspadaan serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama di kawasan Bandung Raya yang belakangan menghadapi sejumlah kasus kejahatan jalanan.

“Jadi ini dibuat untuk memicu orang, misalnya ronda. Sudah, ronda saja. Nanti kalau ada maling ayam, kan lumayan. Nah, yang seperti itu harus memacu warga kita,” ujar Dedi dilansir dari Antara, Jumat (24/7).

Dedi menilai kegiatan ronda dan patroli lingkungan perlu kembali digerakkan karena keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mencegah tindak kriminal di tingkat permukiman.

Ia mengklaim kebijakan insentif tersebut mulai memberikan dampak terhadap aktivitas pengamanan lingkungan. Menurutnya, sejumlah warga mulai meningkatkan kegiatan patroli setelah rencana pemberian hadiah itu diumumkan.

“Buktinya baru semalam, sekarang patroli sudah mulai ramai. Kalau kita menunggu wacana terus, tidak selesai-selesai,” katanya.

Meski demikian, Dedi menegaskan insentif Rp10 juta bukan ajakan kepada masyarakat untuk memburu atau menghakimi pelaku kejahatan secara langsung.

Hadiah hanya akan diberikan apabila pelaku diserahkan kepada kepolisian dalam kondisi utuh dan kemudian ditetapkan secara resmi sebagai tersangka.

Pemprov Jawa Barat juga tidak akan memberikan hadiah apabila warga terbukti melakukan penganiayaan atau kekerasan berlebihan terhadap pelaku.

“Kalau dalam keadaan babak belur, ya tidak boleh. Tidak boleh mereka diserahkan dalam keadaan babak belur. Lecet sedikit mungkin boleh, tetapi kalau babak belur, kita tidak kasih hadiah,” tegasnya.

Dedi berharap pendekatan berbasis insentif tersebut dapat mendorong masyarakat membantu aparat kepolisian menjaga keamanan, tanpa mengabaikan prosedur hukum maupun keselamatan warga.

“Misalnya ada maling motor, jangan digebuki sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, tidak usah digebuki sampai mati, lumayan Rp10 juta kalau diantarkan,” ujarnya. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |