Karhutla di lahan gambut Pelalawan, Riau(Dok.Manggala Agni Daops Rengat)
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) di lahan gambut yang melanda hutan produksi (HP) di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan, Riau, mencapai 702 hektare. Hingga kini, tim pemadam gabungan yaitu Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, RPK perusahaan, Dinas Kehutanan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih berjibaku memadamkan api karhutla.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra Ferdian Krisnanto mengatakan kondisi lokasi kebakaran lebih kondusif dari sebelumnya.
“Penjalaran kepala api aktif melambat dikarenakan bahan bakar potensial mulai berkurang, dan telah dilakukan pembatasan ke kepala api, serta dilakukan pembasahan di bahan bakar potensial,” ujar Ferdian, Selasa (25/8).
Saat ini, lanjutnya, regu Manggala Agni Daops Rengat dibanto BKO Daops Siak melakukan fokus kegiatan penyekatan kepala api sisi selatan lokasi kebakaran. Kemudian pembukaan akses jalan di sisi selatan kepala api menggunakan alat berat excavator.
“Tim juga melakukan pencucian kanal sisi selatan menggunakan alat excavator dalam rangka dukungan penyediaan sumber air,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa akses kepala api sisi selatan lokasi kebakaran belum sepenuhnya terbuka. Selain itu, adanya tantangan kecepatan angin, cuaca panas ekstrim, volume bahan bakar potensial dan kedalaman gambut memperlambat proses pemadaman.
Menurutnya, sejauh ini strategi pemadaman berjalan sesuai rencana. Sinergi antar stakeholder berjalan dengan baik. Namun, pemadaman belum tuntas dan akan dilanjutkan esok hari.
“Ada dukungan helikopter water bombing (WB), ada dukungan alat berat, dan ada dukungan pemeriksaan kesehatan,” ungkapnya.
Sementara Karhutla di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, dalam tahap mopping up atau pendinginan. Hal itu berguna untuk menekan potensi penyalaan kembali serta memastikan pemadaman tuntas dilaksanakan.
Selain itu, Karhutla di Desa Kertajaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih dalam tahapan awal operasi pemadaman. Ia menyebut selain luas lahan gambut di wilayah ini yang terbakar akibat Karhutla masih didata.
“Kondisi lapangan sumber air terbatas sedangkan vegetasi terbakar berupa semak belukar, akasia liar, dan perkebunan sawit masyarakat,” ujarnya.
Adapun tantangan dalam operasi pemadaman berupa kondisi angin Kencang, posisi kepala api dari sumber air cukup jauh di radius 500-700 meter.
“Apabila pemadaman belum tuntas, operasi pemadaman akan dilanjutkan besok (26/8) pagi,” pungkasnya. (H-4)











































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340293/original/053973400_1757170402-20250906AA_Indonesia_U-23_vs_Macau-07_2.JPG)





