Kandang Dua Lantai di Garut Terbakar, 6.000 Ekor Ayam Mati Terpanggang

1 week ago 9
Kandang Dua Lantai di Garut Terbakar, 6.000 Ekor Ayam Mati Terpanggang Kapolsek Samarang AKP Hilman Nugraha, menunjukkan satu ekor ayam selamat dan 6.000 ekor ayam yang lainnya beserta kandang hangus terbakar di Kampung Randu Kurung, Desa Sukakarya.(MI/Kristiadi)

SEBUAH kandang ayam ukuran 200 meter persegi dua lantai berisi 6.000 ekor ayam potong berada di Kampung Randu Kurung, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, hangus terpanggang. Kejadian itu terjadi, Selasa (14/7) malam diduga korsleting listrik dalam peristiawa tersebut tidak ada korban jiwa.

Kapolsek Samarang AKP Hilman Nugraha mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga telah terjadi kebakaran kandang ayam milik Ajang Burhan, 40 dan setelah menerima laporan langsung mendatangi lokasi bersama unsur Forkopimcam dan instansi terkait. Namun, berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukannya kandang ayam tersebut berukuran sekitar 8 x 25 meter merupakan bangunan dua lantai.

"Kandang ayam yang dimiliki Ajang Burhan, berada dua lantai berisi sekitar 6.000 ekor ayam potong yang diperkirakan tinggal 2 minggu lagi memasuki masa panen. Akan tetapi, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa tapi sebuah bangunan termasuk ayam hangus terbakar," ujar, Hilman Nugraha, Selasa (14/7/2026).

Menurut Hilman Nugraha, berdasarkan keterangan saksi yang melihat kejadian ini api terlihat muncul dari bagian bawah lantai diduga korsleting listrik membakar sekam dan percikan api terus membesar. Namun, kondisi tersebut diperparah adanya blower angin sehingga kobaran api dengan cepat menjalar dan hanguskan bangunan beserta isinya.

"Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Garut dibantu personel Damkar Kamojang yang tiba di lokasi berhasil melakukan pemadaman hingga api tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi. Akan tetapi, atas kejadian itu 6.000 ekor ayam dan kandang hangus terbakar, hanya menyisakan puing bangunan," katanya.

Menurutnya, kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan antara lain berkoordinasi dengan Kecamatan, Desa, TNI dan petugas juga memberikan edukasi hingga imbauan kepada pemilik kandang maupun masyarakat. Namun, bagi warga maupun pemilik kandang supaya mereka memperhatikan keamanan instalasi listrik dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

"Peristiwa yang menjadi pengingat bagi warga untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan yang menggunakan peralatan elektronik berdaya tinggi serta langkah pencegahan sangat penting guna meminimalisasi risiko kebakaran. Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian maupun instansi terkait apabila menemukan potensi bahaya kebakaran atau keadaan darurat lainnya supaya cepat ditangani," tandasnya. (AD)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |