Jembatan Gantung Pongpet Merah Putih Ambruk usai Diresmikan, Dandim Pangandaran Janji Evaluasi

3 weeks ago 24
Jembatan Gantung Pongpet Merah Putih Ambruk usai Diresmikan, Dandim Pangandaran Janji Evaluasi Ilustrasi(Istimewa)

JEMBATAN gantung Pongpet Merah Putih yang berlokasi di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ambruk secara tiba-tiba pada Minggu (30/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Insiden ini terjadi sesaat setelah infrastruktur yang dibangun melalui program padat karya tersebut diresmikan.

Peristiwa bermula ketika jembatan tersebut dilewati oleh sekitar 50 orang secara bersamaan, termasuk Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ling Ling Nugraha Senjaya, Dandim 0625 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski beberapa warga dilaporkan mengalami luka ringan.

Komandan Kodim 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan, menjelaskan bahwa jembatan tersebut dikerjakan secara gotong royong melalui program padat karya. Ia menyebut ambruknya jembatan disebabkan oleh beban yang melampaui kapasitas saat dilintasi puluhan warga secara serentak.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas musibah yang tidak terduga ini. Tali sling jembatan penghubung terlepas tak lama setelah diresmikan. Pembangunan ini merupakan hasil pengajuan Kodim ke komando atas yang dikerjakan bersama masyarakat," ujar Letkol Czi Citra Kurniawan, Senin (31/8).

Pihak Kodim saat ini tengah melakukan kalkulasi menyeluruh terkait nominal anggaran dan berkomitmen untuk mempercepat proses perbaikan. Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pangandaran juga akan ditingkatkan guna menjamin keamanan infrastruktur jembatan di masa mendatang.

Kepala Desa Margacinta, Enceng Anwar Solihin, mengungkapkan bahwa jembatan Pongpet memiliki peran vital bagi mobilitas warga. Jembatan ini merupakan akses utama pendidikan, kesehatan menuju RS Pandega, serta jalur distribusi hasil pertanian bagi warga Desa Cibanten dan Desa Margacinta.

"Jembatan ini pertama kali dibangun tahun 1992. Sebelumnya hanya dilakukan pemeliharaan ringan. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kami untuk mempertimbangkan pembangunan jembatan yang lebih permanen ke depannya," kata Enceng.

Selama jembatan tidak berfungsi, warga terpaksa harus memutar jalan dengan jarak yang cukup jauh melalui jalur selatan atau utara untuk mencapai pusat kecamatan maupun fasilitas kesehatan. Pihak desa berharap perbaikan dapat segera dilakukan mengingat tingginya antusiasme dan kebutuhan masyarakat terhadap akses penyeberangan tersebut. (AD/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |