Donald Trump berjanji membagikan $5.000 per warga jika Republik menguasai Kongres. Simak respons kritikus dan rincian rencananya di sini!(White House)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak khawatir bahwa janji pembagian uang sebesar US$5.000 (sekitar Rp78 juta) kepada setiap warga dewasa akan membengkakkan defisit anggaran negara. Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan sebelum bertolak dari Dallas menuju Washington, D.C.
"Tidak, saya tidak khawatir sama sekali tentang itu," ujar Trump saat ditanya mengenai potensi dampak pembayaran tersebut terhadap defisit anggaran. "Kita memiliki pertumbuhan yang luar biasa."
Janji tersebut pertama kali diutarakan Trump dalam pidato utamanya pada malam pertama konvensi Partai Republik di Dallas, Texas. Ia berjanji akan membagikan uang tunai tersebut jika Partai Republik berhasil mempertahankan mayoritas kursi di House of Representatives (DPR) dan Senat pada pemilu sela mendatang.
Meski disambut sorak serai para pendukung di dalam arena konvensi, Trump tidak membeberkan rincian mengenai sumber pendanaan untuk skema yang diperkirakan menelan biaya lebih dari satu triliun dolar AS tersebut. Ia hanya mengibaratkan pembayaran ini seperti pembagian dividen perusahaan kepada pemegang saham atau bonus cek sebesar US$1.776 yang pernah diterbitkan pemerintahannya untuk anggota militer tahun lalu.
Pihak Gedung Putih dalam pernyataan resminya juga tidak memberikan detail teknis mengenai mekanisme pelaksanaan atau distribusi dana tersebut.
"Pengumuman ini adalah bukti terbaru bahwa Presiden Trump melakukan apa yang menurut para 'ahli' tidak bisa dilakukan: ia memberikan hasil bagi rakyat Amerika," tulis Gedung Putih.
Langkah Trump ini memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, termasuk dari internal Partai Republik sendiri. Thomas Massie, mantan anggota DPR dari Partai Republik asal Kentucky, menyampaikan kritiknya melalui media sosial.
"Saya tidak tahu dengan Anda sekalian, tetapi sejujurnya saya merasa tersinggung dengan gagasan bahwa suara saya pada November ini bisa dibeli seharga 5 ribu. Belum lagi inflasi yang akan diakibatkannya. Dengan mempertimbangkan semua hal, secara jujur saya tidak bisa menerima satu sen pun kurang dari 10 ribu!" tulis Massie di platform X.
Nada serupa disampaikan oleh Senator Susan Collins yang memilih tidak menghadiri konvensi di Dallas.
"Keputusan pajak dan pengeluaran harus dibuat berdasarkan kebutuhan rakyat Amerika dan kondisi ekonomi, bukan tampak terikat dengan hasil pemilu," kata Collins.
Sementara itu, mantan anggota DPR dari Partai Republik, Bob Good, menyindir skrip dividen tersebut sebagai "skema pembelian suara sosialis." Di sisi lain, kubu Partai Demokrat melabeli janji tersebut sebagai "janji hampa."
Terkait aspek hukum, para ahli menilai kecil kemungkinan presiden bisa mengesahkan pengeluaran anggaran sebesar itu hanya melalui perintah eksekutif tanpa persetujuan Kongres. Namun, Trump mengisyaratkan bahwa persetujuan Kongres mungkin tidak diperlukan.
"Saya pikir mereka akan melakukannya, jika kita membutuhkannya," tutur Trump.
Langkah ini diambil di tengah tekanan politik yang dihadapi Trump menjelang pemilu sela. Tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinannya berada di angka terendah secara historis, dipicu oleh perang dengan Iran yang tidak populer, kenaikan harga bahan bakar, serta tingkat inflasi yang masih tergolong tinggi. (CNN/BBC/Z-2)


















































