Jangan Merasa Aman di Usia 20-an, 8 dari 10 Anak Muda Alami Kerusakan Pembuluh Darah

3 weeks ago 21
Jangan Merasa Aman di Usia 20-an, 8 dari 10 Anak Muda Alami Kerusakan Pembuluh Darah ilustrasi(Science Alert)

USIA 20 tahuna atau lebihsering dianggap sebagai fase keemasan ketika stamina dan fisik berada dalam kondisi prima. Namun, sebuah penelitian terbaru justru menemukan sinyal yang mengkhawatirkan.

Hampir 8 dari 10 orang dewasa muda yang diteliti telah memenuhi kriteria sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik (CKM), dan mereka yang berada pada tahap CKM lebih tinggi menunjukkan tanda awal cedera pada pembuluh darah.

Penelitian yang diterbitkan pada 20 Agustus 2026 dalam Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes tersebut menganalisis data 1.283 orang dewasa muda dengan rata-rata usia 23 tahun. 

Para peneliti menemukan sekitar 80 persen peserta berada pada CKM stadium 1 hingga 3. Sementara itu, sekitar 21 persen berada pada stadium 0 atau tidak memiliki faktor risiko CKM yang teridentifikasi.

Tanda Cedera Arteri Sudah Muncul di Usia 20-an

Untuk melihat kondisi pembuluh darah, peneliti menggunakan pemeriksaan ultrasonografi pada arteri karotis, yaitu pembuluh darah besar di leher yang membawa darah menuju otak.

Hasil penelitian menunjukkan peserta dengan stadium CKM lebih lanjut memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penebalan dinding arteri karotis. 

Kondisi tersebut merupakan salah satu penanda awal cedera arteri dan dapat berkaitan dengan proses aterosklerosis.

ScienceAlert melaporkan, beberapa ukuran ketebalan arteri pada peserta dengan usia rata-rata 23 tahun bahkan menunjukkan karakteristik yang lebih menyerupai kondisi yang biasanya ditemukan pada usia lebih tua.

Namun, angka hampir 80 persen tersebut perlu dipahami secara tepat. Penelitian ini tidak membuktikan bahwa 8 dari 10 seluruh anak muda mengalami kerusakan arteri. 

Angka tersebut merupakan proporsi peserta penelitian yang memenuhi kriteria CKM stadium 1–3. Populasi penelitian juga tidak mewakili seluruh anak muda di Amerika Serikat.

Apa Itu Sindrom CKM?

CKM merupakan kondisi yang menggambarkan keterkaitan antara obesitas atau kelebihan lemak tubuh, gangguan metabolisme, penyakit ginjal kronis, dan penyakit kardiovaskular. 

Kondisi ini dibagi menjadi beberapa stadium berdasarkan faktor risiko dan bukti penyakit yang dimiliki seseorang.

Dalam penelitian, sekitar 40 persen peserta berada pada stadium 1, 36 persen stadium 2, dan 2,8 persen stadium 3. 

Tidak ada peserta yang berada pada stadium 4, yaitu tahap ketika penyakit kardiovaskular sudah muncul secara klinis.

Pola Makan dan Aktivitas Fisik

Para peneliti juga menggunakan indikator Life's Essential 8 dari American Heart Association untuk menilai kesehatan jantung peserta.  Penilaian tersebut mencakup pola makan, aktivitas fisik, paparan nikotin, tidur, berat badan, kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.

Peserta dengan stadium CKM lebih tinggi cenderung memiliki skor kesehatan kardiovaskular yang lebih rendah.  Pola makan dan aktivitas fisik menjadi dua aspek yang mendapat perhatian khusus karena nilainya relatif buruk pada kelompok penelitian.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa pencegahan penyakit jantung tidak seharusnya menunggu seseorang memasuki usia 40 atau 50 tahun. 

Menjaga berat badan, aktif bergerak, menghindari rokok, tidur cukup, serta memantau tekanan darah, kolesterol dan gula darah dapat menjadi langkah penting sejak usia muda.

Meski penelitian ini hanya menunjukkan hubungan dan belum membuktikan sebab-akibat, hasilnya memperkuat pesan bahwa kesehatan jantung, ginjal, dan metabolisme perlu diperhatikan bahkan ketika seseorang masih berusia 20-an.

(Science Alert/American Heart Association/Medical Express/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |