Israel Selidiki Kematian Hind Rajab dan Serangan terhadap Pekerja Bantuan di Gaza

6 hours ago 3
Israel Selidiki Kematian Hind Rajab dan Serangan terhadap Pekerja Bantuan di Gaza (The Washington Post)

MILITER Israel (IDF) mengumumkan pembukaan penyelidikan kriminal yang jarang terjadi terkait kematian suatu keluarga Palestina di Jalur Gaza pada 2024, termasuk Hind Rajab, bocah perempuan berusia lima tahun yang kisahnya memicu kecaman global. Keputusan ini diambil setelah ada tekanan internasional yang intens, termasuk investigasi media dan film dokumenter yang menyoroti insiden tragis tersebut.

Misi pencari fakta Israel menyatakan bahwa tembakan IDF menyebabkan kematian Hind, enam anggota keluarganya, serta dua petugas medis yang berusaha menyelamatkannya. Selama lebih dari 3,5 jam sebelum kematiannya, Hind terjebak di dalam mobil yang dikelilingi jenazah keluarganya dan terus memohon bantuan melalui telepon kepada petugas penyelamat.

Penyelidikan awal IDF pada tahun 2024 sempat mengeklaim bahwa pasukan mereka tidak berada di dekat kendaraan tersebut. Namun, laporan investigasi dari Washington Post menemukan bukti forensik visual yang membantah pernyataan militer tersebut.

Penyelidikan Insiden Lain dan Penolakan Kasus WCK

Selain kasus Hind Rajab, IDF juga merujuk penyelidikan kriminal atas serangan terhadap kendaraan darurat di Gaza yang menewaskan sekitar 15 orang, termasuk pekerja bantuan, pada Maret 2025. Dalam insiden tersebut, pasukan dilaporkan menghancurkan kendaraan dan menutupi jenazah dengan jaring logam setelah serangan terjadi.

Meski demikian, militer Israel menyatakan tidak menemukan kecurigaan masuk akal atas pelanggaran kriminal dalam beberapa insiden luar biasa lain. Ini termasuk serangan yang menewaskan tujuh karyawan organisasi bantuan pangan World Central Kitchen (WCK) pada April 2024 serta kematian staf Médecins Sans Frontières (MSF) dalam insiden terpisah. IDF mengeklaim serangan terhadap WCK terjadi karena kesalahan identifikasi kendaraan yang dianggap membawa operatif Hamas.

Respons Keluarga dan Konteks Politik

Ibu Hind Rajab, Wesam Hamada, menyebut pembukaan penyelidikan ini sebagai langkah yang sangat terlambat tetapi belum memberikan keadilan yang sesungguhnya. Ia mendesak ada penyelidikan independen dan transparan daripada sekadar proses internal militer yang tertutup.

"Hind bukan sekadar berita atau kasus yang dibuka kembali karena tekanan internasional. Hind adalah putri saya dan saya akan terus menuntut kebenaran," tulis Hamada melalui media sosial.

Pengumuman ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi perdamaian yang melibatkan Amerika Serikat. Hingga saat ini, lebih dari 70.000 warga Palestina dilaporkan tewas di Gaza sejak dimulainya respons militer Israel terhadap serangan 7 Oktober 2023. Ketegangan terus meningkat seiring dengan berlanjutnya serangan udara Israel yang baru-baru ini menewaskan belasan orang di berbagai titik, termasuk di sebuah kafe tepi laut dan kantor polisi.

Catatan Statistik: Mekanisme pencari fakta independen militer Israel menyatakan telah meninjau sekitar 150 insiden luar biasa selama pertempuran. Sebagian besar kasus tersebut masih berstatus terbuka. (The Washington Post/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |