Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kekeringan, 800 Kg Garam Disemaikan di IKN

3 hours ago 2
Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kekeringan, 800 Kg Garam Disemaikan di IKN Koordinasi sebelum OMC antara Otorita IKN, TNI-AU dan BMKG.(Dok.Lanud Dhomber Balikpapan)

SEBANYAK 800 kilogram garam berhasil disemaikan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama TNI Angkatan Udara (TNI AU) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2026) ini bertujuan mengatasi kekeringan dan mulai menunjukkan hasil pada sorti perdana.

Dalam penerbangan pertama yang berpusat di Base Operation Lanud Dhomber Balikpapan, bahan semai tersebut diangkut menggunakan pesawat Cassa NC-212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh. Garam disebar ke sejumlah titik awan yang dinilai memiliki potensi hujan di sekitar wilayah IKN, Kalimantan Timur (Kaltim).

Pilot pesawat Cassa NC-212, Lettu Edwin Aldrin, menjelaskan bahwa penyemaian tidak dilakukan hanya pada satu kumpulan awan. Tim menyebarkan bahan semai di beberapa titik untuk memaksimalkan peluang terbentuknya hujan secara merata.

"Untuk sorti pertama, 800 kilogram garam kita semai di beberapa titik. Tidak hanya di satu titik kumpulan awan, tetapi juga beberapa titik dengan jarak sekitar 10 sampai 20 mil dari IKN," ungkap Edwin usai melaksanakan operasi.

Menurut Edwin, tim menemukan potensi awan yang cukup signifikan di wilayah utara IKN, terutama pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 9.000 kaki. Tim OMC selanjutnya akan kembali melakukan observasi untuk menentukan strategi penyemaian pada sorti berikutnya.

Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, yakni pada 22-27 Agustus 2026. Langkah ini diambil menyusul kondisi kering yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air di kawasan IKN dan sekitarnya.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menambahkan bahwa penerbangan perdana diarahkan ke kawasan sekitar 20-30 mil di sebelah utara IKN. Wilayah tersebut dinilai strategis karena mencakup daerah aliran sungai (DAS) yang menyokong ketersediaan air bagi kawasan inti.

"Itu termasuk daerah aliran sungai, kalau Bendungan Sepaku Semoi, Sungai Tengin, kemudian Sungai Sepaku. 800 kilogram garam sudah ditabur. Ikhtiar sudah kita lakukan, besok insya Allah kita lanjutkan lagi," ujar Danis.

Danis menekankan bahwa tujuan utama OMC bukan sekadar mendatangkan hujan, melainkan untuk menambah cadangan air. Hujan yang turun diharapkan dapat mengisi embung, kolam, dan sumber air lainnya di kawasan IKN.

Selain mengatasi kekeringan, upaya ini diharapkan mampu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Saat ini, pihak OIKN juga terus mengupayakan pengelolaan konektivitas sumber air, termasuk interkoneksi antara Bendungan Sepaku Semoi dengan intake Sepaku untuk menjaga keseimbangan volume air.

Terkait kemungkinan penerapan model OMC ini di wilayah lain di Kalimantan, Danis menyatakan pihaknya masih berfokus memantau hasil operasi yang sedang berjalan. "Pokoknya ini kita coba dulu ikhtiar ini," pungkasnya. (H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |