Iran Lakukan Balasan Serang Pangkalan AS di Kuwait

2 weeks ago 16
Iran Lakukan Balasan Serang Pangkalan AS di Kuwait ilustrasi serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di Kuwait.(AFP)

MILITER Iran kembali menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk fasilitas militer AS di Kuwait, Kamis (3/9). Serangan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan bahwa Washington siap melancarkan serangan baru terhadap Iran kapan saja.

Serangan terbaru memperluas eskalasi konflik. Selain Kuwait, Iran juga menyasar target militer Amerika Serikat di Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Irak, serta wilayah Kurdistan Irak.

Militer Kuwait menyatakan pertahanan udaranya berupaya mencegat rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran. Televisi pemerintah Iran membenarkan serangan tersebut dan menyebut pangkalan AS di Kuwait sebagai sasaran. Teheran mengatakan serangan dilakukan sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran dan kematian warga sipil.

Ketegangan juga berkaitan erat dengan Selat Hormuz. Iran masih mempertahankan kendali efektif atas jalur tersebut sedangkan Amerika Serikat berupaya menjalankan blokade tandingan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. "Iran telah menerapkan strategi baru dalam perang ini yang akan menghancurkan fondasi kalian," kata Kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei.

Putaran pertempuran terbaru bermula ketika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sasaran Iran pada Minggu lalu. Serangan itu merupakan yang pertama dalam beberapa pekan. Washington bertujuan mencegah Iran memasang ranjau laut di Selat Hormuz. Iran mengakui serangan tersebut menimbulkan korban dan kemudian membalas dengan menyasar pasukan Amerika Serikat di Yordania dan UEA.

Di tengah eskalasi tersebut, dua kapal tanker minyak juga terkena serangan yang pelakunya belum diketahui. Sebuah perusahaan pelayaran asal Arab Saudi melaporkan dua pelaut Filipina tewas dalam salah satu insiden tersebut.

Washington tidak hanya meningkatkan tekanan militer. Pemerintah AS juga berencana memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran melalui sanksi yang menyasar negara dan perusahaan yang masih melakukan perdagangan dengan Teheran.

Serangan AS juga dilaporkan mengenai lokasi pesta pernikahan di Kota Kuhestak, wilayah pesisir selatan Iran. Bulan Sabit Merah Iran menyebut pecahan rudal dalam serangan tersebut menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, serta melukai puluhan orang.

Militer Amerika Serikat tidak memberikan penjelasan langsung mengenai serangan di lokasi pesta pernikahan tersebut. Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, membantah bahwa militer Amerika menargetkan warga sipil. "Militer Amerika Serikat tidak pernah menargetkan warga sipil, berbeda dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran," kata Hawkins.

Serangan tersebut memicu kemarahan pejabat Iran. Kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menuding Amerika Serikat bertindak seperti setan. "Jika sebuah kekuatan bertindak seperti setan, memilih sasaran seperti setan, dan membunuh seperti setan, maka kekuatan itu adalah setan," ucap Ghalibaf .

Di tengah meningkatnya serangan, sebagian warga Iran menyatakan kekhawatiran atas berlanjutnya konflik. Hossein Moazami, 50, pekerja mandiri, mengatakan situasi tersebut sangat memprihatinkan.

"Saya berharap kedua pihak kembali ke meja perundingan karena rakyat Iran yang paling menderita akibat konflik ini. Amerika berada di belahan dunia lain dan tidak merasakan dampak seperti yang kami rasakan," ujarnya. (AFP/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |