Iran Juga Serang Fasilitas Militer AS di Yordania

3 weeks ago 5
Iran Juga Serang Fasilitas Militer AS di Yordania Ilustrasi(Anadolu)

KETEGANGAN di kawasan Asia Barat kembali memuncak setelah pasukan bersenjata Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap posisi militer Amerika Serikat (AS) di Yordania. Laporan ini pertama kali muncul dari media Rusia, RIA Novosti, yang mengutip pernyataan sumber pejabat AS kepada Fox News pada Senin (31/8).

Berdasarkan laporan tersebut, serangan yang dilancarkan Iran sejauh ini tidak menimbulkan kerusakan signifikan. Saluran berita tersebut mengungkapkan bahwa hampir seluruh rudal yang ditembakkan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai target utama.

Eskalasi di Selat Hormuz dan Pulau Larak

Selain serangan di Yordania, saluran media Press TV melaporkan bahwa Teheran telah melepaskan serangkaian tembakan rudal yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di seluruh Asia Barat. Serangan tersebut juga dilaporkan menyasar kapal-kapal milik Amerika Serikat yang tengah melintas di Selat Hormuz.

Di sisi lain, pihak Amerika Serikat dilaporkan telah mengambil langkah proaktif. Jurnalis Axios, mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan balasan yang diduga kuat menyasar peluncur-peluncur rudal Iran di Pulau Larak.

Kronologi Konflik Iran-AS (2026):

  • 28 Februari: AS dan Israel mulai menyerang target-target strategis di dalam wilayah Iran.
  • Maret - Mei: Serangkaian serangan balasan dilakukan oleh Iran terhadap aset-aset sekutu.
  • Pertengahan Juni: Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman (MoU) penghentian permusuhan.
  • Agustus: Gencatan senjata gagal; kedua pihak kembali saling melepaskan serangan terbuka.

Kegagalan Nota Kesepahaman

Konflik yang terjadi saat ini merupakan kelanjutan dari ketegangan panjang yang sempat mereda pada pertengahan Juni lalu. Saat itu, Teheran dan Washington sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan untuk meredam eskalasi di kawasan.

Namun, kesepakatan tersebut terbukti rapuh. Tidak lama setelah penandatanganan, kedua belah pihak kembali terlibat dalam aksi saling serang. Hingga berita ini diturunkan, konflik bersenjata tersebut masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian diplomatik, sementara pangkalan-pangkalan militer di kawasan tetap dalam status siaga tinggi. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)

Lokasi Konflik Jenis Serangan Status Kerusakan
Yordania Rudal (Posisi Militer AS) Minim (Berhasil Dicegat)
Selat Hormuz Rudal (Kapal AS) Dalam Pemantauan
Pulau Larak Serangan Udara AS Target Peluncur Rudal
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |