Ilustrasi(magnific)
BEROLAHRAGA di luar ruangan saat cuaca panas memerlukan persiapan ekstra untuk menghindari risiko kesehatan. Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp.ALK (K), menekankan pentingnya memperhatikan lima faktor utama: kondisi cuaca, hidrasi, pilihan pakaian, perlindungan kulit, dan lokasi olahraga.
Menurut dr. Andi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek informasi cuaca guna memastikan suhu tidak terlalu ekstrem. Selain itu, menjaga kecukupan cairan tubuh atau hidrasi menjadi kunci utama yang harus dilakukan sebelum, selama, hingga sesudah beraktivitas.
"Sebaiknya mengupayakan tubuh terhidrasi sejak malam hari atau setidaknya dua sampai tiga jam sebelum berolahraga," ujar dr. Andi di Jakarta, Selasa.
Indikator Hidrasi dan Persiapan Fisik
Salah satu cara termudah untuk memantau kecukupan cairan adalah melalui warna urine pada pagi hari. Warna kuning jernih atau kuning muda menandakan tubuh terhidrasi dengan baik.
Sebaliknya, warna kuning tua atau keruh menunjukkan kondisi cairan tubuh yang sangat rendah, sehingga perlu kewaspadaan tinggi jika ingin tetap berolahraga di tempat panas.
Selain hidrasi, pemilihan atribut olahraga juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan tubuh. Berikut adalah panduan pemilihan perlengkapan olahraga saat cuaca panas:
| Warna Pakaian | Warna terang (memantulkan sinar matahari). |
| Bahan Pakaian | Ringan, longgar, dan menyerap keringat. |
| Perlindungan Kulit | Tabir surya minimal SPF 30 hingga SPF 50. |
| Lokasi | Area teduh (banyak pohon) dengan polusi rendah. |
Pentingnya Perencanaan dan Teman Olahraga
Dokter lulusan Universitas Indonesia ini juga menyarankan agar masyarakat merencanakan jalur olahraga dengan memilih area yang memiliki banyak pepohonan atau taman agar lebih teduh. Kualitas udara juga harus diperhatikan; pilihlah lokasi dengan tingkat polusi yang rendah.
Ia juga sangat menyarankan untuk tidak berolahraga sendirian saat cuaca panas.
"Supaya kita bisa saling melihat kondisi masing-masing, check and recheck kondisi teman kita seperti apa," tambahnya.
Waspadai Tanda Bahaya pada Tubuh
Tubuh yang mengalami tekanan akibat panas biasanya akan memberikan sinyal tertentu. Masyarakat diminta waspada jika merasakan gejala-gejala berikut:
- Pusing atau sakit kepala.
- Mual dan tubuh terasa lemas.
- Kram otot yang terjadi terus-menerus.
- Denyut jantung dan ritme napas terasa lebih cepat dari biasanya.
- Gangguan kesadaran seperti bingung, meracau, atau linglung.
Jika tanda-tanda dehidrasi atau kelelahan akibat panas muncul, segera hentikan aktivitas, cari tempat berteduh untuk beristirahat, dan segera minum banyak air putih untuk memulihkan kondisi tubuh. (Ant/Z-1)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)












