Inggris Siapkan Latihan Militer Pasukan Multinasional untuk Ukraina

4 weeks ago 11
Inggris Siapkan Latihan Militer Pasukan Multinasional untuk Ukraina Serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, pada 20 Agustus 2026.(Anadolu)

PERDANA Menteri Inggris, Andy Burnham, mengumumkan bahwa "koalisi negara-negara yang bersedia" akan segera menggelar latihan militer intensif. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan pengerahan pasukan multinasional ke Ukraina setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai di masa mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Burnham saat mengunjungi Kyiv pada Senin (24/8/2026) dalam pertemuan tingkat tinggi para pemimpin koalisi. Ia menegaskan bahwa rencana pengerahan pasukan ini telah disusun secara khusus untuk menjaga stabilitas pasca-konflik.

Relokasi Markas dan Persiapan Pasukan

Selain agenda latihan militer, Burnham mengungkapkan bahwa markas besar "koalisi negara-negara yang bersedia" akan dipindahkan ke London pada musim gugur mendatang. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antarnegara anggota dalam memastikan kontingen siap diterjunkan ke lapangan segera setelah kondisi politik memungkinkan.

Kantor Perdana Menteri Inggris, atas nama ketua bersama koalisi, menyatakan bahwa persiapan teknis pengerahan pasukan masih berlangsung secara berkelanjutan. Fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan personel melalui serangkaian simulasi dan latihan gabungan.

Pengembangan Sistem Pertahanan Rudal Freya

Dalam pertemuan di Kyiv tersebut, Burnham juga mendorong sektor industri pertahanan Inggris untuk berpartisipasi aktif dalam proyek Eropa, khususnya pengembangan sistem pertahanan rudal Freya. Sistem ini dirancang khusus untuk mendeteksi dan mencegat rudal balistik.

Burnham mengeklaim bahwa sistem Freya memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan teknologi yang sudah ada. "Sistem ini dapat menjadi alternatif yang lebih murah dibandingkan sistem Patriot buatan Amerika Serikat," ujarnya.

Profil Koalisi Sukarela:

Jumlah Anggota Lebih dari 30 negara
Negara Penggagas Inggris dan Prancis
Landasan Hukum Deklarasi Niat (Januari 2026)
Tujuan Utama Pengerahan pasukan pasca-damai & stabilitas keamanan

Reaksi Keras dari Rusia

Rencana pengerahan pasukan ini memicu reaksi keras dari Moskow. Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa skenario apa pun yang melibatkan kehadiran pasukan negara anggota NATO di wilayah Ukraina tidak dapat diterima. Pihak Rusia menilai langkah tersebut berisiko memicu eskalasi tajam dan memperpanjang permusuhan.

Senada dengan Kemenlu Rusia, Juru Bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov, melabeli koalisi tersebut sebagai "penghasut perang". Peskov menuduh kelompok tersebut terdiri dari negara-negara yang tidak memiliki itikad baik untuk mewujudkan perdamaian di kawasan tersebut. (Sputnik/Ant/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |