Ilustrasi(Dok Istimewa)
Impian puluhan tahun Heni Yawati (58), seorang asisten rumah tangga (ART) asal Cibinong, Kabupaten Bogor, untuk menunaikan ibadah umrah akhirnya terwujud berkat Program Umroh Presisi yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dari Madinah, Senin (7/9/2026), perempuan yang akrab disapa Bi Heni ini tak kuasa menahan haru saat mengungkapkan rasa syukurnya. Sebagai tulang punggung keluarga yang harus merawat suami karena sakit ginjal dan rutin cuci darah, impiannya menginjakkan kaki di Tanah Suci sempat dianggap mustahil oleh lingkungan sekitarnya.
"Alhamdulillah dulu saya rutin puasa Senin-Kamis dan salat tahajud. Suami sempat bertanya, kalau mimpi mau ke Mekkah mau jual apa. Namun, sekarang dikabulkan Allah melalui tangan Pak Kapolri. Terima kasih banyak, semoga Allah membalas kebaikannya," ujar Bi Heni.
Keberangkatan Bi Heni difasilitasi bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI). Ketua MPPI, Zandre Badak, memberikan klarifikasi bahwa seluruh biaya yang digunakan dalam program bantuan sosial Kapolri ini murni berasal dari kantong pribadi.
"Banyak netizen bertanya apakah ini pakai APBN. Saya tegaskan di sini, baik Program Bedah Rumah, Umroh Gratis Presisi, maupun pembangunan musala, semuanya murni menggunakan uang pribadi Bapak Kapolri. Sama sekali tidak menggunakan uang negara," ungkap Zandre.
Zandre merinci, seluruh akomodasi dan kebutuhan Bi Heni ditanggung penuh, mencakup pembuatan paspor, vaksin meningitis, vaksin polio, hingga uang saku.(H-2)


















































