IEA sebut pasokan minyak global catat kenaikan bulanan terbesar

4 days ago 13

Istanbul (ANTARA) - Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) melaporkan pasokan minyak global mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam beberapa bulan terakhir pada Juni, didorong oleh pulihnya pengiriman melalui Selat Hormuz yang meningkatkan produksi negara-negara Teluk.

Namun, produksi minyak masih jauh di bawah tingkat sebelum pecahnya konflik akibat gangguan keamanan yang masih berlangsung, demikian tulis IEA.

Dalam laporan bulanan Oil Market Report yang dirilis Jumat, IEA juga merevisi naik proyeksi pasokan dan permintaan minyak dunia seiring membaiknya kondisi pasar setelah tercapainya kerangka kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Meski demikian, lembaga tersebut mengingatkan bahwa risiko geopolitik di kawasan Teluk masih membayangi prospek pasar energi global.

IEA mencatat produksi minyak global masih sekitar 9,4 juta barel per hari (bph) lebih rendah dibandingkan tingkat sebelum perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, meskipun terjadi pemulihan yang signifikan sepanjang Juni.

Pasokan minyak dari negara-negara Teluk meningkat sekitar 3,5 juta barel per hari pada Juni setelah produksi mulai pulih menyusul kerangka kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Namun, gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz masih terjadi secara berkala akibat kekhawatiran keamanan serta masih bergantungnya pelayaran pada pengawalan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kondisi tersebut membuat produksi minyak kawasan Teluk masih sekitar 11,4 juta barel per hari di bawah tingkat sebelum konflik.

Produksi kelompok OPEC+, yang terdiri atas Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara-negara mitranya, meningkat sekitar 2,45 juta barel per hari menjadi 38,39 juta barel per hari pada Juni.

Arab Saudi menyumbang sekitar 900 ribu barel per hari dari kenaikan tersebut, sementara Kuwait menambah sekitar 630 ribu barel per hari.

Sementara itu, produksi negara-negara non-OPEC+ meningkat sekitar 1,63 juta barel per hari menjadi 60,37 juta barel per hari. Uni Emirat Arab menjadi penyumbang terbesar dengan tambahan sekitar 940 ribu barel per hari, atau lebih dari separuh kenaikan produksi kelompok tersebut.

IEA memperkirakan pasokan minyak global akan mencapai rata-rata 102,6 juta barel per hari pada tahun ini apabila volume pengiriman melalui Selat Hormuz terus pulih.

Proyeksi tersebut, meski masih menunjukkan penurunan sekitar 3,7 juta barel per hari dibandingkan tahun sebelumnya, telah direvisi naik sebesar 210 ribu barel per hari dibandingkan perkiraan bulan lalu.

Namun, IEA mengingatkan bahwa risiko yang signifikan masih tetap ada karena negosiasi mengenai pengelolaan Selat Hormuz masih berlangsung, sementara serangan di kawasan belum sepenuhnya berhenti.

Lembaga tersebut memproyeksikan produksi minyak global akan pulih sekitar 7,5 juta barel per hari sehingga mencapai 110,1 juta barel per hari pada 2027.

Proyeksi konsumsi minyak global

Di sisi permintaan, IEA merevisi naik proyeksi konsumsi minyak global pada 2026 sebesar 70 ribu barel per hari dibandingkan perkiraan sebelumnya, didorong realisasi pengiriman minyak yang lebih kuat dari perkiraan selama kuartal kedua.

Berdasarkan proyeksi terbaru, permintaan minyak global diperkirakan turun sekitar 1 juta barel per hari secara tahunan menjadi 103,46 juta barel per hari pada 2026. Penurunan tersebut akan menjadi kontraksi tahunan pertama sejak 2020 ketika pandemi COVID-19 mengguncang pasar energi dunia.

Menurut laporan tersebut, permintaan minyak global pada Mei turun sekitar 5,3 juta barel per hari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 97,9 juta barel per hari, level terendah sepanjang tahun ini.

Permintaan mulai pulih setelah tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran pada pertengahan Juni yang membantu memulihkan ekspor minyak melalui Selat Hormuz sekaligus mendorong kembali permintaan yang sempat tertahan di kawasan Asia.

IEA menambahkan bahwa harga minyak yang lebih rendah serta membaiknya prospek ekonomi global turut mendukung peningkatan konsumsi energi.

Untuk 2027, IEA mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global sekitar 2 juta barel per hari sehingga total konsumsi diperkirakan mencapai 105,47 juta barel per hari.

Meski demikian, lembaga tersebut memperkirakan rata-rata pertumbuhan permintaan minyak global sepanjang periode 2025–2027 hanya sekitar 480 ribu barel per hari setiap tahun, jauh lebih rendah dibandingkan tren pertumbuhan historis.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Kepala IEA: Sistem energi global kini sangat rapuh akibat geopolitik

Baca juga: Aramco: Krisis Hormuz bisa guncang pasar minyak global hingga 2027

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |