Harga Bitcoin Tembus Level Psikologis, Investor Waspada Volatilitas

3 weeks ago 21
Harga Bitcoin Tembus Level Psikologis, Investor Waspada Volatilitas (MI)

BITCOIN (BTC) kembali menunjukkan momentum positif yang signifikan di pasar kripto global. Setelah sempat bergerak di kisaran US$64.000 pada 17 Agustus, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini berhasil menembus level psikologis US$80.000 pada 25 Agustus 2026.

Pergerakan impresif ini didorong oleh kombinasi perubahan sentimen makro global, terutama kebijakan Treasury buyback Amerika Serikat, serta derasnya arus dana masuk ke Exchange Traded Fund (ETF) spot bitcoin.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengungkapkan bahwa kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi jangka pendek, melainkan cerminan perubahan sentimen yang terukur dari berbagai indikator pasar.

"Momentum bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perubahan sentimen yang cukup signifikan. Penguatan harga berjalan bersamaan dengan meningkatnya permintaan melalui ETF spot bitcoin dan membaiknya kondisi pasar. Namun, kenaikan yang berlangsung cepat tetap perlu diimbangi dengan disiplin dalam mengelola risiko,” ujar Aloysia dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8).

Faktor Makro dan Likuiditas Pasar

Salah satu pendorong utama kenaikan itu ialah kebijakan Treasury buyback atau pembelian kembali surat utang oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat. Langkah ini diambil untuk menjaga likuiditas dan kelancaran perdagangan di pasar keuangan.

Peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang tersebut sempat menekan yield (imbal hasil). Ini mendorong minat investor kembali ke aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

Dari sisi permintaan institusional, data SoSoValue mencatat ETF bitcoin spot di AS membukukan net inflow sebesar US$2,57 miliar sepanjang periode 17-25 Agustus 2026. Optimisme ini diperkuat oleh data Crypto Quant yang menunjukkan Bull Score bitcoin melonjak dari level 30 ke 80 hanya dalam waktu sepekan.

Waspadai Risiko Volatilitas

Akselerasi harga bitcoin mulai terlihat tajam sejak 19 Agustus, saat harga melonjak lebih dari 20% dalam tiga hari. Kenaikan ini juga diperkuat oleh aksi short squeeze yang memaksa para trader posisi jual menutup posisi mereka, hingga akhirnya BTC menembus angka US$80.000.

Meski sinyal beli menguat, Aloysia mengingatkan bahwa laju kenaikan yang terlalu cepat membawa risiko volatilitas yang tinggi. Ia menyarankan investor untuk tidak terjebak dalam euforia atau sekadar mengejar harga (FOMO).

"Arus dana ETF menjadi indikator kuat permintaan, tetapi pergerakannya tetap perlu dibaca bersama kondisi makro dan likuiditas secara keseluruhan. Momentum bullish tidak selalu bergerak dalam satu arah," jelasnya.

Tips Strategi Investor:

  • Trader Jangka Pendek: Evaluasi kembali ukuran posisi dan perketat batas risiko (stop loss).
  • Investor Jangka Panjang: Pertimbangkan pendekatan bertahap (DCA) agar keputusan tidak didorong oleh emosi saat harga melonjak. (Ant/I-2)
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |