Ilustrasi(magnifik)
DI dasar laut, gurita ternyata punya cara tak biasa untuk melindungi dirinya. Alih-alih sekadar bersembunyi di balik batu atau pasir, seekor gurita vena (Amphioctopus marginatus) terekam membawa dua bagian cangkang kelapa untuk dijadikan tempat perlindungan. Temuan ini kembali menunjukkan betapa cerdasnya hewan laut dalam memanfaatkan benda di sekitarnya.
Membawa “Rumah” Melintasi Dasar Laut
Dalam laporan yang diterbitkan Mongabay pada 26 Agustus 2026, ilmuwan mengungkap rekaman gurita vena membawa dua bagian cangkang kelapa melintasi dasar laut di perairan utara Sulawesi dan Bali. Pengamatan tersebut dilakukan dalam lebih dari 500 jam penyelaman sepanjang 1999 hingga 2008.
Pada empat kesempatan berbeda, gurita tercatat membawa cangkang hingga sejauh 20 meter. Jarak tersebut cukup jauh mengingat ukuran tubuh gurita hanya beberapa ratus gram. Menariknya, cangkang yang dibawa belum langsung memberikan perlindungan. Gurita justru harus menempuh perjalanan dengan tubuhnya tetap terbuka terhadap ancaman predator.
Cara membawa cangkang itu bahkan memiliki teknik tersendiri yang disebut stilt-walking. Gurita meletakkan cangkang di bawah tubuh, kemudian mengunci kedelapan lengannya di sekeliling cangkang sebelum bergerak maju seperti menggunakan penyangga.
Cangkang Disusun Menjadi Tempat Berlindung
Sesampainya di lokasi yang dianggap aman, gurita membalik dan menyusun kembali dua bagian cangkang tersebut hingga membentuk ruang perlindungan. Setelah masuk ke dalamnya, tubuh gurita menjadi jauh lebih terlindungi dari predator.
Perilaku ini bukan sekadar kebetulan. Penelitian berjudul “Defensive Tool Use in a Coconut-Carrying Octopus” yang ditulis Julian K. Finn, Tom Tregenza, dan Mark D. Norman serta diterbitkan dalam jurnal Current Biology pada mendokumentasikan bagaimana gurita membawa cangkang dan menggunakannya sebagai tempat berlindung ketika diperlukan.
Bukti Kecerdikan di Laut
Temuan tersebut menjadi penting karena penggunaan alat selama ini lebih banyak dikenal pada primata, burung, dan sejumlah mamalia. Gurita menunjukkan bahwa kemampuan memanfaatkan benda untuk kebutuhan tertentu juga dapat ditemukan pada hewan tanpa tulang belakang.
Bagi gurita vena, cangkang kelapa yang tergeletak di dasar laut bukan sekadar sampah alami. Benda tersebut dapat berubah menjadi “rumah darurat” yang dibawa ke mana-mana dan digunakan ketika bahaya datang.
Kisah ini sekaligus mengingatkan bahwa dasar laut masih menyimpan banyak perilaku hewan yang belum sepenuhnya dipahami. Di balik gerakan sederhana seekor gurita, ternyata terdapat strategi bertahan hidup yang sangat menarik.
Sumber: Mangobay, sciencedirect


















































