Gejala Psikosomatis atau Penyakit Fisik? Kenali Perbedaan dan Cara Mendeteksinya

3 weeks ago 27
Gejala Psikosomatis atau Penyakit Fisik? Kenali Perbedaan dan Cara Mendeteksinya Ilustrasi Psikosomatis(Magnific)

KETIKA seseorang mengalami sakit kepala, nyeri dada, jantung berdebar, sakit perut, atau tubuh terasa lemas, muncul pertanyaan apakah keluhan tersebut disebabkan oleh penyakit fisik atau berkaitan dengan kondisi psikologis atau psikosomatis.

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa stres emosional dapat memunculkan gejala fisik. Gejala tersebut tetap nyata serta dapat mengganggu aktivitas seseorang. Sebaliknya, keluhan fisik juga dapat menimbulkan stres dan kecemasan sehingga keduanya dapat saling memengaruhi. 

Salah satu kesalahan yang perlu dihindari ialah langsung menganggap seseorang yang sedang mengalami stres atau kecemasan sebagai psikosomatis. Dilansir dari laman NHS, dokter perlu melakukan evaluasi untuk mencari kemungkinan penyebab medis, yang dapat mencakup pemeriksaan fisik maupun tes tertentu sesuai gejala yang dialami. 

Penyakit fisik memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan, misalnya infeksi, gangguan organ, atau kondisi medis lainnya.  Keluhan yang tidak langsung ditemukan penyebabnya juga tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan psikosomatis.

Penelitian yang membahas perbedaan penyakit medis dan kondisi psikogenik menekankan bahwa proses diagnosis dapat menjadi kompleks dan membutuhkan pendekatan cermat agar penyakit fisik tidak terlewatkan. 

Kecemasan Memperburuk Keluhan

Kondisi emosional dapat memengaruhi tubuh melalui hubungan antara otak, sistem saraf, hormon, dan berbagai fungsi tubuh lainnya. WHO mencatat bahwa stres dapat berkaitan dengan keluhan seperti sakit kepala, nyeri dada, sesak atau kesulitan bernapas, mual, sakit perut, hingga masalah pencernaan. NHS juga mencatat sejumlah gejala fisik persisten terkadang tidak memiliki penyebab medis yang jelas, seperti nyeri otot atau sendi, sakit kepala, kelelahan, pusing, nyeri dada, jantung berdebar, dan gangguan lambung. Gejala-gejala tersebut nyata dan dapat memengaruhi kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari. 

Karena itu, membedakan keduanya tidak bisa dilakukan hanya dengan menebak berdasarkan jenis gejalanya. Nyeri dada, misalnya, dapat berkaitan dengan berbagai kondisi medis dan tetap membutuhkan evaluasi yang sesuai.

Perbedaan Psikosomatis dan Penyakit Fisik

Dokter biasanya akan menilai riwayat keluhan, kapan gejala muncul, faktor yang memperburuk atau mengurangi keluhan, riwayat kesehatan, penggunaan obat, serta melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan apabila diperlukan untuk mencari kemungkinan penyebab medis. 

Pada kondisi seperti somatic symptom disorder, seseorang dapat mengalami gejala fisik yang nyata dan menimbulkan penderitaan.

Diagnosis tidak semata-mata ditentukan berdasarkan ada atau tidaknya penyakit fisik, tetapi juga mempertimbangkan respons psikologis dan perilaku yang berlebihan atau menetap terhadap gejala tersebut. Kondisi ini bahkan dapat terjadi bersamaan dengan penyakit fisik.  Karena itu, pendekatan terbaik bukan mempertentangkan “psikis” dan “fisik”.

Keduanya dapat saling berkaitan. Seseorang yang mengalami keluhan berulang sebaiknya tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan evaluasi yang tepat.

Terutama jika muncul gejala berat atau mendadak, seperti nyeri dada hebat, kesulitan bernapas, pingsan, kelemahan mendadak, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, pemeriksaan medis segera diperlukan dan tidak boleh langsung dianggap sebagai akibat stres. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |