Jakarta (ANTARA) - Geely tengah mengembangkan baterai solid-state generasi terbaru untuk kendaraan listrik (EV) yang diklaim memiliki kepadatan energi hingga 500 Wh/kg.
Dilansir dari laporan Arena EV pada Kamis (20/8) waktu setempat, baterai itu akan memiliki kepadatan energi hampir dua kali lipat dibandingkan baterai lithium-ion terbaik yang saat ini tersedia di pasaran.
Geely saat ini juga sedang membangun fasilitas produksi baterai solid-state pertamanya secara mandiri.
Sebagai perbandingan, baterai berbasis nikel, mangan, dan kobalt (NMC) saat ini memiliki kepadatan energi sekitar 250-300 Wh/kg pada tingkat sel. Namun, angka tersebut biasanya turun setelah sel-sel tersebut dirangkai menjadi satu paket baterai.
Baca juga: Geely bawa Monjaro utuk bersaing dengan Skoda dan Peugeot
Baca juga: Geely catat rekor penjualan H1 dan pertumbuhan pendapatan
Geely mengatakan baterai solid-state dengan kepadatan energi 500 Wh/kg itu ditargetkan mulai digunakan pada kendaraan pada 2027.
Kepadatan energi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan baterai kendaraan listrik. Dengan kepadatan energi yang lebih tinggi, produsen otomotif dapat menggunakan baterai yang lebih kecil dengan kapasitas yang sama atau meningkatkan kapasitas baterai tanpa menambah ukuran secara signifikan.
Sebagai gambaran, baterai LFP Golden Brick milik Geely yang dikenal memiliki kemampuan pengisian daya sangat cepat saat ini memiliki kepadatan energi sekitar 128 Wh/kg pada tingkat paket baterai.
Jika baterai solid-state 500 Wh/kg berhasil diwujudkan, produsen kendaraan listrik dapat mempertahankan bobot baterai tetapi meningkatkan kapasitasnya secara signifikan.
Teknologi tersebut bahkan berpotensi menghasilkan mobil listrik dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian daya, sehingga dapat bersaing dengan kendaraan bermesin diesel dalam hal jarak tempuh.
Geely juga mengklaim baterai tersebut memiliki umur pakai hingga 1 juta kilometer.
Namun, pengembangan baterai solid-state masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya menjaga kestabilan sel pada berbagai kondisi suhu.
Geely mengatakan bahan perekat yang digunakan pada paket baterai, yang dikembangkan bersama mitra materialnya Dow Chemical, dapat membantu menjaga kestabilan sel pada rentang suhu minus 40 hingga 120 derajat Celsius.
Geely berencana memulai program percontohan baterai tersebut pada 2027. Artinya, baterai solid-state generasi baru itu kemungkinan mulai diuji pada kendaraan untuk digunakan di jalan raya pada tahun depan.
Meski demikian, produksi massal dalam skala besar diperkirakan masih membutuhkan waktu lebih lama. Geely perlu melihat hasil pengujian dan pengembangan sebelum teknologi tersebut dapat diproduksi secara luas.
Baca juga: Lebih dari 2.000 Geely EX2 siap kirim, EV Rp200 jutaan dengan warna baru di GIIAS
Baca juga: Spesifikasi Geely Coolray, mobil ICE pertama Geely di pasar Indonesia
Baca juga: Ford gaet produsen China agar pabriknya di Eropa bisa tetap beroperasi
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026









































