FEDERASI Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyoroti berbagai persoalan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat. Organisasi guru itu mencatat sejumlah masalah terjadi mulai dari gangguan sistem pendaftaran, dugaan pengurangan skor peserta, hingga laporan maladministrasi yang telah diadukan orang tua ke Ombudsman.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam hasil pemantauan yang dirilis pada Ahad, 21 Juni 2026, FSGI menyebut pelaksanaan SPMB MAUNG di Jawa Barat memunculkan berbagai polemik sejak awal pelaksanaan. Program tersebut merupakan skema sekolah unggulan tingkat SMA dan SMK yang diterapkan di 41 sekolah.
FSGI mencatat website resmi SPMB Jawa Barat beberapa kali dilaporkan sulit diakses, mengalami gangguan, hingga menyebabkan data pendaftar sempat hilang. Kondisi itu dinilai menyulitkan calon murid dan orang tua.
Selain persoalan teknis, FSGI juga menerima laporan mengenai dugaan pengurangan skor seleksi secara tiba-tiba tanpa penjelasan yang memadai. "Sejumlah orang tua memprotes perubahan nilai karena skor seleksi atau nilai anak mereka berkurang secara tiba-tiba tanpa kejelasan, yang menimbulkan kecurigaan adanya kecurangan," Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti pada Ahad, 21 Juni 2026.
Pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) juga menjadi sorotan. FSGI menilai pelaksanaannya memicu polemik karena dianggap tidak transparan dan membingungkan peserta.
Akibat berbagai persoalan tersebut, ratusan orang tua mendatangi kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk meminta penjelasan dan menuntut transparansi. Sebagian di antaranya juga melaporkan dugaan maladministrasi kepada Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat.
FSGI menyebut persoalan itu bahkan mendapat perhatian DPRD Jawa Barat. Komisi terkait di DPRD disebut telah mengevaluasi bahwa aplikasi dan sistem yang digunakan belum matang sejak awal pelaksanaan.
Di tengah berbagai persoalan di Jawa Barat, FSGI menilai pelaksanaan SPMB 2026 di DKI Jakarta berjalan lebih baik. Organisasi itu menyebut Jakarta sebagai daerah yang paling siap mengantisipasi berbagai kendala dalam proses penerimaan murid baru tahun ini.
Menurut FSGI, kesiapan tersebut ditopang oleh perencanaan yang dilakukan jauh sebelum pelaksanaan SPMB dimulai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut telah menggelar uji publik regulasi dan sistem, melakukan sosialisasi hingga tingkat kelurahan dan kecamatan, serta membangun berbagai kanal layanan pengaduan.
FSGI juga menilai pengelolaan sistem pendaftaran di Jakarta berjalan relatif lancar karena dilakukan secara bertahap berdasarkan jenjang pendidikan dan jalur penerimaan. Selain itu, pemerintah daerah membuka posko layanan di tingkat provinsi, kota, kabupaten, hingga sekolah untuk membantu peserta yang mengalami kendala.
"Pelaksanaan SPMB DKI Jakarta semakin tertata di setiap jalur dan jenjang serta paling siap mengantisipasi permasalahan yang muncul," tulis FSGI dalam laporan pemantauannya.
FSGI menyatakan akan terus memantau pelaksanaan SPMB 2026 hingga seluruh tahapan berakhir pada 10 Juli mendatang. Organisasi tersebut menilai pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan proses penerimaan murid berlangsung transparan, akuntabel, dan adil bagi seluruh calon peserta didik.
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)






