Cahaya zodiak mungkin terlihat sebelum fajar di awal September sebagai kerucut cahaya samar yang muncul dari cakrawala timur melalui rasi bintang zodiak.(Jules-Pierre Malartre/Starry Night)
PARA pecinta pengamatan langit (stargazer) kembali disuguhkan fenomena astronomi yang memukau. Fenomena langka berupa pendaran cahaya samar berbentuk piramida, yang dikenal sebagai Cahaya Zodiak (zodiacal light), dijadwalkan muncul di langit timur sebelum fajar menyingsing.
Cahaya samar yang sering dijuluki sebagai "fajar palsu" ini memancar menyerupai kerucut bercahaya lembut yang mengarah ke atas dari garis horison. Pemandangan ini dapat terlihat jelas bagi para pengamat yang berada di lokasi dengan kondisi langit yang cukup gelap dan minim polusi cahaya.
Hasil Pantulan Debu Interplanet
Cahaya Zodiak bukanlah fenomena yang berasal dari atmosfer Bumi, melainkan pancaran dari luar angkasa. Cahaya ini terbentuk dari hasil pantulan sinar Matahari pada jutaan partikel debu mikroskopis yang tersebar di sepanjang bidang ekliptika, jalur edar planet-planet yang mengelilingi Matahari.
Sebagian besar debu luar angkasa tersebut berasal dari remah-remah komet tua serta hantaman asteroid yang melintasi bagian dalam Tata Surya selama miliaran tahun. Karena berada di sepanjang jalur ekliptika, pendaran cahaya ini tampak sejajar dengan rasi-rasi bintang zodiak, yang menjadi asal-usul penamaannya.
Pada periode tertentu, seperti saat mendekati ekuinox, sudut ekliptika terhadap garis cakrawala tampak sangat curam. Kondisi geometri inilah yang membuat pendaran debu tersebut menjulang tinggi membentang di langit malam dan membentuk segitiga atau piramida cahaya yang tampak lebih mencolok.
Waktu dan Cara Terbaik untuk Mengamati
Untuk mendapatkan kesempatan terbaik menyaksikan Cahaya Zodiak, beberapa panduan pengamatan berikut dapat diterapkan:
- Pilih Waktu yang Tepat: Pengamatan paling ideal dilakukan sekitar satu hingga dua jam sebelum fajar lokal tiba, tepat sebelum pendaran cahaya subuh yang sebenarnya mulai menerangi langit.
- Cari Lokasi Bebas Polusi Cahaya: Karena sifat cahayanya yang sangat lembut dan redup, fenomena ini hampir tidak mungkin terlihat dari kawasan perkotaan yang padat. Pengamat disarankan berada di area pedesaan, pegunungan, atau pesisir yang jauh dari lampu kota.
- Arahkan Pandangan ke Timur: Posisikan pandangan fokus ke arah garis cakrawala timur, tempat di mana Matahari akan terbit beberapa saat kemudian.
- Adaptasi Mata: Biarkan mata beradaptasi dengan kegelapan selama minimal 20 hingga 30 menit tanpa melihat layar ponsel agar kepekaan mata terhadap cahaya redup meningkat.
Fenomena antariksa ini tidak memerlukan alat bantu seperti teleskop atau teropong binokular. Cahaya Zodiak justru lebih mudah dinikmati menggunakan penglihatan mata telanjang secara langsung karena cakupannya yang membentang luas di langit fajar. (Space/Z-2)








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)









